Batang Hari, Bungotv.co – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Batang Hari, Jambi.
Dalam beberapa hari terakhir, kualitas udara di wilayah tersebut berada dalam kategori tidak sehat berdasarkan pengukuran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Kondisi ini mulai memicu gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari mencatat sebanyak 805 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 24 hingga 29 Agustus 2026.
Pengelola Data ISPA Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari, Sri Rahayu mengatakan ratusan kasus tersebut tercatat setelah kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Batang Hari.
“muncul keluhan gangguan pernapasan, diduga berkaitan dengan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, ditambah cuaca kemarau,” terangnya.
Data 805 kasus tersebut diperoleh dari laporan harian 20 fasilitas kesehatan yang terdiri atas puskesmas dan rumah sakit di seluruh Kabupaten Batang Hari.
Rekapitulasi data dilakukan melalui Google Form yang diisi oleh masing-masing fasilitas kesehatan. Data tersebut kemudian dihimpun dan dievaluasi oleh Dinas Kesehatan untuk memantau perkembangan kasus ISPA.
Meski jumlah kasus yang tercatat cukup tinggi, Dinas Kesehatan Batang Hari menyebut tren kasus ISPA selama sepekan terakhir masih bersifat fluktuatif dan belum menunjukkan lonjakan signifikan secara mendadak.
Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus di seluruh fasilitas kesehatan. Data harian juga terus dievaluasi dan diperbarui setiap sore sekitar pukul 14.00 WIB.
Reporter: Rudi









