Muara Bungo, Bungotv.co – Pemerintah Kabupaten Bungo memperpanjang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh atau sistem daring bagi seluruh peserta didik mulai jenjang PAUD, SD, hingga SMP.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kualitas udara di Kabupaten Bungo berada dalam kategori tidak sehat.
Berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo per 29 Agustus 2026, kualitas udara tercatat berada pada kategori tidak sehat dengan nilai indeks mencapai 156.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo menerbitkan surat edaran terkait perpanjangan pembelajaran dengan sistem daring.
Pembelajaran jarak jauh yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada akhir Agustus, diperpanjang mulai 31 Agustus hingga 2 September 2026.
Sementara itu, kegiatan pembelajaran tatap muka secara terbatas direncanakan kembali dilaksanakan mulai 3 September 2026. Namun, pelaksanaannya tetap mempertimbangkan kondisi kualitas udara di Kabupaten Bungo.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo, Nasrun mengatakan meskipun aktivitas belajar mengajar siswa dialihkan ke rumah, guru dan tenaga kependidikan tetap diwajibkan masuk ke sekolah.
“Guru tetap hadir untuk memantau proses pembelajaran serta menyiapkan dan memberikan materi kepada peserta didik selama penerapan sistem daring,” terangnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bungo mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak selama kondisi kualitas udara masih buruk.
Orang tua diminta memastikan anak-anak tidak melakukan aktivitas di luar rumah, terutama jika tidak memiliki kepentingan yang mendesak.
Reporter: Agustian









