Batang Hari, Bungotv.co — Musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Batang Hari, Jambi, menyebabkan debit Sungai Batanghari menurun. Kondisi tersebut berdampak pada kualitas bahan baku air yang menjadi semakin keruh.
Untuk menjaga kualitas air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan, Perumdam Tirta Batang Hari meningkatkan penggunaan bahan kimia berupa tawas dalam proses pengolahan air.
Manager Teknik Perumdam Tirta Batang Hari, Daspiryadi mengatakan peningkatan penggunaan tawas dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi air baku yang semakin keruh akibat menurunnya debit Sungai Batanghari.
“Biasanya sekitar 15 ton tawas, meningkat sekitar lima hingga tujuh ton, menjadi 20 ton,” terangnya.
Bahkan, penggunaan tawas diperkirakan kembali ditingkatkan hingga mencapai 22 ton jika kondisi air baku terus mengalami penurunan kualitas.
Menurut Daspiryadi, penambahan bahan kimia tersebut diperlukan agar proses pengolahan air tetap optimal dan air yang didistribusikan kepada pelanggan tidak keruh.
“Peningkatan penggunaan tawas ini dilakukan karena debit Sungai Batanghari menurun sehingga kondisi air baku menjadi lebih keruh,” ujar Daspiryadi.
Selain meningkatkan penggunaan tawas, petugas Perumdam Tirta Batang Hari juga disiagakan untuk melakukan pengecekan secara rutin selama proses pengolahan air berlangsung.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas air yang diterima pelanggan tetap memenuhi standar dan aman digunakan.
Meski terjadi penurunan debit serta perubahan kualitas air baku, Perumdam Tirta Batang Hari memastikan pasokan air bersih kepada pelanggan hingga saat ini masih dalam kondisi aman.
Reporter: Rudi









