Batang Hari, Bungotv.co – Kualitas udara di Kabupaten Batang Hari, Jambi, memburuk akibat kabut asap yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Kebijakan tersebut dikeluarkan melalui surat edaran Bupati Batang Hari sebagai langkah untuk melindungi peserta didik dari dampak buruk paparan kabut asap.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari, Lina Dinanti mengatakan pembelajaran jarak jauh mulai diberlakukan pada Rabu, 26 Agustus 2026.
“Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh mulai hari Rabu, 26 Agustus 2026. Kebijakan ini dibuat untuk melindungi anak didik dari dampak kabut asap,” ujar Lina Dinanti.
Dalam pelaksanaannya, siswa SD dan SMP mengikuti kegiatan belajar dari rumah secara daring. Sementara kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tetap masuk ke sekolah untuk melaksanakan tugas serta mengatur proses pembelajaran jarak jauh.
Lina menjelaskan, kebijakan tersebut diberlakukan dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang belum membaik.
“kepala sekolah, guru dan tenaga pendidik tetap masuk melaksanakan tugas dan pembelajaran jarak jauh dari sekolah,” katanya.
Sementara itu, untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK), kegiatan pembelajaran diliburkan sementara waktu.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari mengimbau orang tua atau wali murid untuk mendampingi anak selama berada di rumah. Anak-anak juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan lebih banyak beraktivitas di dalam rumah selama kondisi udara masih buruk.
Kebijakan pembelajaran jarak jauh dan peliburan PAUD serta TK akan berlangsung hingga kondisi kualitas udara kembali membaik.
Pemerintah daerah berharap langkah tersebut dapat mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap anak-anak sekaligus menjaga kegiatan pendidikan tetap berjalan bagi siswa SD dan SMP.
Reporter: Rudi









