MUARA BUNGO, Bungotv.co – Warga dan pelaku usaha di kawasan Simpang Bambu Kuning, Kelurahan Sungai Pinang, Bungo Dani atau kawasan kota Muara Bungo mengeluhkan proyek pembongkaran saluran air yang belum kunjung selesai. Lubang parit yang dibiarkan terbuka selama sekitar dua bulan dinilai membahayakan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Sejumlah lubang parit tampak menganga tanpa penutup di sepanjang area permukiman dan pertokoan. Warga mencatat sedikitnya empat titik parit terbuka, dengan dua di antaranya berada di lokasi yang ramai dilalui kendaraan.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga karena beberapa kendaraan sudah mengalami kecelakaan akibat terperosok ke dalam lubang parit. Selain membahayakan pengendara, keberadaan lubang terbuka juga menghambat akses menuju sejumlah toko dan tempat usaha.
Salah seorang pelaku usaha, Tiara, menyayangkan lambannya penanganan proyek tersebut. Ia mengaku warga sudah lama menunggu perbaikan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang terlihat.
“Sudah hampir dua bulan kondisinya seperti ini. Beberapa mobil bahkan sudah masuk ke dalam lubang parit,” ujar Tiara.
Menurutnya, besi penutup parit yang sebelumnya terpasang justru diangkut kembali oleh pekerja proyek. Karena itu, warga menilai kondisi tersebut bukan akibat pencurian seperti yang sempat beredar di masyarakat.
Warga berharap pihak yang bertanggung jawab segera menyelesaikan pekerjaan dan memasang kembali penutup parit di lokasi tersebut. Mereka khawatir lubang yang dibiarkan terbuka akan menimbulkan kecelakaan yang lebih serius.
Selain itu, masyarakat meminta pemerintah terkait turun langsung meninjau kondisi di lapangan agar aktivitas warga dan pelaku usaha dapat kembali berjalan normal.
Penulis: Agustian









