SUNGAI PENUH, Bungotv.co – Sejumlah sopir angkutan di Kota Sungai Penuh mengeluhkan dugaan praktik jual beli nomor antrean pengisian BBM jenis solar bersubsidi di salah satu SPBU.
Menurut para sopir, oknum di luar pihak SPBU menawarkan nomor antrean kepada pengendara yang ingin mendapatkan solar lebih cepat. Kondisi tersebut membuat sebagian sopir harus mengeluarkan biaya tambahan agar tetap mendapat giliran pengisian.
Kaslirdi, salah seorang sopir angkutan mengaku sering melihat praktik tersebut di lokasi. Ia menilai keberadaan nomor antrean berbayar merugikan sopir yang sudah mengantre sesuai urutan.
“Kalau kami tidak membeli nomor antrean, kendaraan lain sering masuk lebih dulu. Akhirnya kami kehilangan giliran,” kata Kaslirdi.
Ia menjelaskan, oknum tersebut menjual nomor antrean dengan harga sekitar Rp10 ribu. Menurutnya, praktik itu sudah berlangsung cukup lama dan beberapa kali memicu perselisihan antara sopir dan pihak yang menjual nomor antrean.
Keributan yang sempat terjadi bahkan terekam kamera CCTV di kawasan SPBU. Rekaman tersebut menunjukkan ketegangan yang muncul akibat persoalan antrean pengisian solar bersubsidi.
Para sopir menilai praktik tersebut menambah beban operasional mereka. Di tengah keterbatasan pasokan solar bersubsidi, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperoleh akses pengisian BBM.
Karena itu, para sopir meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait segera memeriksa keluhan tersebut. Mereka juga berharap pihak terkait dapat menertibkan sistem antrean agar penyaluran solar bersubsidi berjalan tertib, adil, dan tepat sasaran.
Hingga berita ini ditulis, pihak SPBU maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan para sopir tersebut.
Penulis: Yelmidos









