Home / Sungai Penuh

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:44 WIB

Nomor Antrean Solar Diduga Dijual Rp10 Ribu, Sopir Minta Penertiban

Sejumlah sopir angkutan di Kota Sungai Penuh mengeluhkan dugaan praktik jual beli nomor antrean pengisian BBM jenis solar bersubsidi di salah satu SPBU.  Menurut para sopir, oknum di luar pihak SPBU menawarkan nomor antrean kepada pengendara yang ingin mendapatkan solar lebih cepat. Kondisi tersebut membuat sebagian sopir harus mengeluarkan biaya tambahan agar tetap mendapat giliran pengisian.  Kaslirdi, salah seorang sopir angkutan, mengaku sering melihat praktik tersebut di lokasi. Ia menilai keberadaan nomor antrean berbayar merugikan sopir yang sudah mengantre sesuai urutan.  “Kalau kami tidak membeli nomor antrean, kendaraan lain sering masuk lebih dulu. Akhirnya kami kehilangan giliran,” kata Kaslirdi.  Ia menjelaskan, oknum tersebut menjual nomor antrean dengan harga sekitar Rp10 ribu. Menurutnya, praktik itu sudah berlangsung cukup lama dan beberapa kali memicu perselisihan antara sopir dan pihak yang menjual nomor antrean.  Keributan yang sempat terjadi bahkan terekam kamera CCTV di kawasan SPBU. Rekaman tersebut menunjukkan ketegangan yang muncul akibat persoalan antrean pengisian solar bersubsidi.  Para sopir menilai praktik tersebut menambah beban operasional mereka. Di tengah keterbatasan pasokan solar bersubsidi, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperoleh akses pengisian BBM.  Karena itu, para sopir meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait segera memeriksa keluhan tersebut. Mereka juga berharap pihak terkait dapat menertibkan sistem antrean agar penyaluran solar bersubsidi berjalan tertib, adil, dan tepat sasaran.  Hingga berita ini ditulis, pihak SPBU maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan para sopir tersebut.

Sejumlah sopir angkutan di Kota Sungai Penuh mengeluhkan dugaan praktik jual beli nomor antrean pengisian BBM jenis solar bersubsidi di salah satu SPBU. Menurut para sopir, oknum di luar pihak SPBU menawarkan nomor antrean kepada pengendara yang ingin mendapatkan solar lebih cepat. Kondisi tersebut membuat sebagian sopir harus mengeluarkan biaya tambahan agar tetap mendapat giliran pengisian. Kaslirdi, salah seorang sopir angkutan, mengaku sering melihat praktik tersebut di lokasi. Ia menilai keberadaan nomor antrean berbayar merugikan sopir yang sudah mengantre sesuai urutan. “Kalau kami tidak membeli nomor antrean, kendaraan lain sering masuk lebih dulu. Akhirnya kami kehilangan giliran,” kata Kaslirdi. Ia menjelaskan, oknum tersebut menjual nomor antrean dengan harga sekitar Rp10 ribu. Menurutnya, praktik itu sudah berlangsung cukup lama dan beberapa kali memicu perselisihan antara sopir dan pihak yang menjual nomor antrean. Keributan yang sempat terjadi bahkan terekam kamera CCTV di kawasan SPBU. Rekaman tersebut menunjukkan ketegangan yang muncul akibat persoalan antrean pengisian solar bersubsidi. Para sopir menilai praktik tersebut menambah beban operasional mereka. Di tengah keterbatasan pasokan solar bersubsidi, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperoleh akses pengisian BBM. Karena itu, para sopir meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait segera memeriksa keluhan tersebut. Mereka juga berharap pihak terkait dapat menertibkan sistem antrean agar penyaluran solar bersubsidi berjalan tertib, adil, dan tepat sasaran. Hingga berita ini ditulis, pihak SPBU maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan para sopir tersebut.

SUNGAI PENUH, Bungotv.co – Sejumlah sopir angkutan di Kota Sungai Penuh mengeluhkan dugaan praktik jual beli nomor antrean pengisian BBM jenis solar bersubsidi di salah satu SPBU.

Menurut para sopir, oknum di luar pihak SPBU menawarkan nomor antrean kepada pengendara yang ingin mendapatkan solar lebih cepat. Kondisi tersebut membuat sebagian sopir harus mengeluarkan biaya tambahan agar tetap mendapat giliran pengisian.

Kaslirdi, salah seorang sopir angkutan mengaku sering melihat praktik tersebut di lokasi. Ia menilai keberadaan nomor antrean berbayar merugikan sopir yang sudah mengantre sesuai urutan.

Baco Jugo :   Pintu Masuk Dan Pintu Keluar Spbu Km 10 Akan Di Bongkar Rekanan

“Kalau kami tidak membeli nomor antrean, kendaraan lain sering masuk lebih dulu. Akhirnya kami kehilangan giliran,” kata Kaslirdi.

Ia menjelaskan, oknum tersebut menjual nomor antrean dengan harga sekitar Rp10 ribu. Menurutnya, praktik itu sudah berlangsung cukup lama dan beberapa kali memicu perselisihan antara sopir dan pihak yang menjual nomor antrean.

Keributan yang sempat terjadi bahkan terekam kamera CCTV di kawasan SPBU. Rekaman tersebut menunjukkan ketegangan yang muncul akibat persoalan antrean pengisian solar bersubsidi.

Baco Jugo :   Diklat Bagi Anggota Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di Sungai Penuh

Para sopir menilai praktik tersebut menambah beban operasional mereka. Di tengah keterbatasan pasokan solar bersubsidi, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperoleh akses pengisian BBM.

Karena itu, para sopir meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait segera memeriksa keluhan tersebut. Mereka juga berharap pihak terkait dapat menertibkan sistem antrean agar penyaluran solar bersubsidi berjalan tertib, adil, dan tepat sasaran.

Hingga berita ini ditulis, pihak SPBU maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan para sopir tersebut.

Penulis: Yelmidos

Share :

Baca Juga

Sungai Penuh

Program 3S Perkuat Upaya Pemkot Sungai Penuh Tekan Angka Stunting

Sungai Penuh

Sinergi Tiga Kepala Daerah: Bungo, Kerinci, dan Sungai Penuh Sepakati Kerja Sama Operasional Batik Air di Bandara Muara Bungo

Sungai Penuh

Pelayanan RSUD Mayjend H.A. Thalib Sungai Penuh Disorot, Pemerintah Daerah Mulai Lakukan Pembenahan Total

Sungai Penuh

Ledakan Terjadi Saat Bongkar Muat Tabung Gas 12 Kg

Sungai Penuh

DPRD Sungai Penuh Tegaskan Gaji PPPK Paruh Waktu Tidak Kurang dari UMR

Sungai Penuh

Besaran Insentif Tak Disebutkan, PPPK Sungai Penuh Tolak Tandatangan Kontrak

Sungai Penuh

Makan Bergizi Gratis, Gubernur Jambi Tinjau SPPG ke-5 Kota Sungai Penuh

Ekonomi

Tinjau MBG di Sungai Penuh, Gubernur Jambi Dorong Percepatan MBG Sesuai Arahan Presiden