Sungai Penuh, Bungotv.co – Insiden ledakan tabung gas elpiji menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut terjadi di Kota Sungai Penuh, saat berlangsung transaksi jual beli gas elpiji 12 kilogram di pinggir jalan. Kejadian ini viral di media sosial dan menuai beragam tanggapan dari warganet.
Peristiwa ledakan tabung gas elpiji 12 kilogram terjadi di Desa Koto Lolo, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, beberapa waktu lalu. Insiden ini terjadi saat sebuah mobil milik pihak Pertamina melakukan transaksi dengan mobil milik MBG di pinggir jalan.
Dalam kejadian tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka bakar. Korban yaitu pihak dari MBG bernama Danil, serta seorang anak dari sopir mobil pengangkut gas elpiji. Saat ini satu orang masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang cukup serius.
Peristiwa ini pun sempat terekam video dan viral di media sosial, sehingga memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak warganet mempertanyakan keamanan distribusi dan transaksi gas elpiji yang dilakukan di luar prosedur resmi.
Salah satu korban, Danil, mengaku membeli gas elpiji 12 kilogram tersebut untuk keperluan dapur MBG. Ia menyebut pembelian itu dilakukan atas saran dari salah satu agen yang berada di Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, serta arahan dari sopir truk pengangkut gas.
“Gas elpiji 12 kilogram tersebut saya beli untuk keperluan dapur MBG. Pembelian itu saya lakukan atas saran dari salah satu agen di Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, serta arahan dari sopir truk pengangkut gas,” ujar Danil.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan penelusuran dan penyelidikan lebih lanjut, guna memastikan penyebab pasti ledakan, serta menindak jika ditemukan adanya pelanggaran dalam proses distribusi.
Penulis: Yelmidos, Bungotv.









