TANJABTIMUR, Bungotv.co – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur resmi menetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai 10 Juni hingga 31 Oktober 2026. Pemerintah daerah mengambil langkah tersebut untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau serta mempercepat penanganan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Sekretaris Daerah Tanjung Jabung Timur, Sapril, menjelaskan bahwa pemerintah menetapkan status siaga darurat setelah mencatat lebih dari dua kejadian karhutla dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah meningkatkan langkah antisipasi guna menekan risiko kebakaran yang lebih luas.
Menurut Sapril, status siaga darurat memberi kemudahan bagi seluruh instansi terkait dalam memperkuat koordinasi dan mengerahkan sumber daya untuk kegiatan pencegahan maupun penanganan karhutla.
“Status siaga ini membantu seluruh pihak bergerak lebih cepat dalam melakukan pencegahan dan penanganan apabila muncul titik api,” ujar Sapril.
Antisipasi Musim Kemarau, Pemkab Tanjab Timur Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla
Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjung Jabung Timur langsung menyusun sejumlah langkah pencegahan di lapangan. BPBD meningkatkan koordinasi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) di setiap kecamatan serta memperkuat patroli darat pada wilayah yang rawan kebakaran.
Selain itu, BPBD juga mempererat sinergi bersama Manggala Agni, TNI, Polri, BMKG, dan sejumlah instansi terkait lainnya untuk mempercepat deteksi dini serta penanganan titik api.
Sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan, BPBD telah menyiapkan empat posko siaga di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla. Posko tersebut berada di Kecamatan Mendahara Ulu, Dendang, Berbak, dan Sadu.
Keberadaan posko siaga itu diharapkan mampu mempercepat respons petugas ketika menemukan titik api sehingga kebakaran tidak meluas ke kawasan lain.
Sapril juga mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia menilai partisipasi masyarakat menjadi kunci penting dalam mencegah terjadinya karhutla selama musim kemarau berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur berharap petugas gabungan dapat segera melakukan pemadaman saat menemukan titik api. Langkah cepat tersebut dinilai penting untuk melindungi lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi dari dampak kebakaran hutan dan lahan.
Penulis: Suryanta









