BUNGO, Bungotv.co — Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bungo sukses menyelenggarakan kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP), Kamis (11/06/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengendalian Resistensi Antimikroba pada Kamis (11/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Balai POM sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Balai POM di Bungo Pernanda Sapryanoki, S. Farm, Apt menyampaikan bahwa pelaksanaan FKP ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan minimal satu kali dalam setahun. Forum ini melibatkan unsur pentahelix yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, media, hingga para pelaku usaha.
“Kami berusaha menyampaikan layanan-layanan publik yang ada di Balai POM di Bungo dengan tujuan mendapatkan masukan, usulan, dan perbaikan dari masyarakat. Hal ini untuk meningkatkan kualitas standar pelayanan publik kami,” ujarnya saat diwawancarai seusai acara.

Diketahui, Balai POM di Bungo telah berhasil mempertahankan predikat Pelayanan Prima selama tiga tahun berturut-turut. Kegiatan FKP ini diharapkan mampu menjadi wadah untuk mengevaluasi sekaligus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan tersebut.
Selain konsultasi publik, acara ini juga diisi dengan Bimbingan Teknis mengenai Pengendalian Resistensi Antimikroba. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi para tenaga kesehatan serta masyarakat luas agar lebih peduli, paham, dan sadar mengenai pentingnya menggunakan antibiotik secara baik, benar, dan bijak.

Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna IBI Bungo ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat. Kehadiran dan dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat mendapatkan apresiasi yang tinggi dari pihak Balai POM di Bungo.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas atensi dari pemerintah daerah melalui Bapak Wakil Bupati yang hadir membuka kegiatan ini. Dukungan penuh ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan layanan publik terbaik dan menjaga masyarakat Bungo dari efek berbahaya akibat resistensi antibiotik,” pungkasnya.
Penulis: Agustian/adv









