BATANG HARI, Bungotv.co – Memasuki musim kemarau, kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batang Hari kembali menjadi perhatian serius. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang Hari mencatat sebanyak 68 titik api dan titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah.
Dari jumlah tersebut, terdapat 21 titik api dan 47 titik panas (hotspot) yang terdeteksi di delapan kecamatan. Kondisi ini meningkatkan kewaspadaan pemerintah daerah karena sebagian besar wilayah Batang Hari didominasi kawasan hutan serta areal perkebunan milik masyarakat maupun perusahaan.
Kepala BPBD Batang Hari, Solihin, mengatakan bahwa hingga saat ini luas lahan yang terbakar mencapai 22,28 hektare. Kecamatan Muara Bulian menjadi wilayah yang paling sering ditemukan titik api selama musim kemarau berlangsung.
“Dari hasil pemantauan, sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan milik masyarakat. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh kelalaian saat melakukan aktivitas pembakaran,” ujar Solihin.
BPBD terus meningkatkan pemantauan dan patroli di daerah rawan kebakaran guna mencegah meluasnya karhutla. Selain itu, petugas juga bersiaga untuk melakukan penanganan cepat apabila ditemukan titik api baru.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah cuaca panas dan minimnya curah hujan yang melanda wilayah tersebut.
BPBD berharap kesadaran masyarakat dapat membantu menekan angka kebakaran hutan dan lahan serta mencegah dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Penulis: Rudi









