Tebo, Bungotv.co – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Tebo terus mengalami peningkatan. Kebakaran terjadi di sejumlah area penggunaan lain atau APL, lahan masyarakat, hingga kawasan konsesi perusahaan.
Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, sepanjang Agustus 2026, BPBD Kabupaten Tebo mencatat sebanyak 28 titik hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah.
Dari penanganan yang dilakukan BPBD, sedikitnya 12 hektare lahan telah terbakar dan dilakukan pemadaman serta pendinginan. Luasan tersebut menjadi bagian dari total sekitar 32 hektare lahan yang terbakar sejak Januari hingga Agustus 2026.
Sekretaris BPBD Kabupaten Tebo, Ahmad Rony mengatakan penanganan karhutla sepanjang Agustus mencakup lahan masyarakat maupun area yang berkaitan dengan perusahaan.
“Dari sejumlah kejadian, terdapat dua lokasi kebakaran yang berkaitan dengan kawasan perusahaan. Kebakaran pertama terjadi di area penggunaan lain yang berbatasan dengan konsesi PT Alam Bukit Tigapuluh (ABT),’ ujarnya.
Sementara itu, kejadian kedua berada di dalam kawasan konsesi PT Tebo Alam Lestari (TAL).
Menurut Ahmad Rony, BPBD masih menunggu informasi dari tim di lapangan terkait luasan lahan yang terbakar di kawasan konsesi PT TAL.
Sementara untuk kebakaran di area penggunaan lain yang berbatasan dengan PT ABT, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.
Pemerintah Kabupaten Tebo telah mengambil langkah pencegahan dengan menerbitkan surat edaran bupati terkait larangan pembakaran hutan dan lahan.
Melalui surat edaran tersebut, masyarakat maupun pihak lainnya diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Pemerintah berharap langkah pencegahan dan penanganan di lapangan dapat menekan potensi meluasnya karhutla, terutama di tengah meningkatnya kejadian kebakaran sepanjang Agustus 2026.
Reporter: Hadianto









