TANJUNG JABUNG TIMUR – DPRD Tanjung Jabung Timur bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) meninjau Jembatan Muara Sabak setelah insiden tongkang batubara yang menghantam tiang fender pada 23 Mei 2026. Tim turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi jembatan dan mengukur dampak benturan terhadap konstruksi pengaman.
Informasi yang dihimpun menyebutkan tugboat penarik tongkang mengalami gangguan mesin saat melintas di bawah Jembatan Muara Sabak. Pada saat bersamaan, arus Sungai Batanghari mengalir cukup deras. Kondisi itu membuat awak kapal kesulitan mengendalikan tongkang. Tongkang kemudian menghantam tiang fender yang melindungi struktur utama jembatan dari benturan kapal.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kerusakan cukup parah pada bagian fender. Benturan keras merusak sejumlah konstruksi besi. Beberapa bagian bahkan terlepas dan tenggelam ke dasar sungai. Kerusakan itu mengurangi fungsi fender sebagai pelindung utama jembatan. Meski demikian, tim belum menemukan kerusakan pada struktur utama Jembatan Muara Sabak. Tiang penyangga utama masih berada dalam kondisi aman.
Perusahaan Siap Bertanggung Jawab

Ketua DPRD Tanjung Jabung Timur, Zilawati, mengatakan perusahaan pemilik kapal menunjukkan sikap kooperatif sejak awal kejadian. Menurutnya, perusahaan menyatakan kesediaan untuk memperbaiki kerusakan yang timbul akibat insiden tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Tanjung Jabung Timur, Dedy Novrianika, menjelaskan bahwa perusahaan telah menandatangani komitmen tanggung jawab melalui akta notaris. “Komitmen tersebut memiliki dasar hukum yang jelas dan mengikat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur telah mengirim surat kepada Balai Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum. Melalui surat itu, pemerintah meminta pemeriksaan lanjutan terhadap kondisi Jembatan Muara Sabak. Dalam waktu dekat, tim ahli dari pemerintah pusat akan turun ke lapangan. Mereka akan melakukan pengujian teknis secara menyeluruh untuk memastikan keamanan dan kelayakan jembatan.
Dedy menegaskan perbaikan fender harus segera dilakukan. Menurutnya, fender memiliki peran penting dalam melindungi struktur utama jembatan. Jika benturan serupa kembali terjadi, kapal dapat langsung menghantam struktur utama jembatan. Kondisi tersebut berpotensi mengancam keselamatan infrastruktur vital itu. Pemerintah daerah berharap proses perbaikan dapat segera dimulai agar fungsi perlindungan jembatan kembali optimal.
Penulis: Suryanta









