Home / Nasional

Senin, 8 Juni 2026 - 10:38 WIB

Dolar AS Sentuh Rp18.132, Rupiah Hadapi Tekanan Global

JAKARTA, Bungotv.co – Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah kurs dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh Rp18.132 per dolar AS berdasarkan data konversi Google Finance yang mengacu pada Morningstar, Senin (8/6).

Dalam satu bulan terakhir, pergerakan kurs menunjukkan tren pelemahan. Rupiah bergerak dari kisaran Rp17.300 hingga Rp17.500 per dolar AS pada awal Mei, lalu terus melemah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS.

Pelaku pasar menilai sejumlah faktor global masih memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Kebijakan suku bunga tinggi yang masih diterapkan Amerika Serikat mendorong penguatan dolar AS di pasar internasional.

Baco Jugo :   Hadapi Risiko Pekerjaan Tergeser AI, Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja

Kondisi tersebut membuat banyak investor mengalihkan dana ke aset berbasis dolar yang dianggap lebih aman dan menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Sejumlah laporan pasar juga mencatat arus modal keluar dari negara berkembang ikut menekan mata uang di kawasan Asia.

Di dalam negeri, meningkatnya kebutuhan valuta asing turut memengaruhi pergerakan rupiah. Permintaan dolar untuk kegiatan impor, pembayaran utang luar negeri, dan kebutuhan investasi menambah tekanan terhadap nilai tukar.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen moneter. Otoritas moneter juga terus mengoptimalkan operasi pasar guna menjaga likuiditas dan meredam gejolak yang berlebihan.

Baco Jugo :   Garuda Terbang Tinggi, Herdman Mulai Tunjukkan Wajah Baru Timnas Indonesia

Pelemahan rupiah memberikan dampak yang berbeda bagi setiap sektor. Eksportir berpotensi memperoleh keuntungan dari kenaikan nilai penerimaan dolar. Sebaliknya, pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor harus menghadapi biaya yang lebih tinggi.

Meski menghadapi tekanan global, sejumlah indikator ekonomi Indonesia masih menunjukkan kondisi yang cukup kuat. Inflasi yang terkendali, cadangan devisa yang memadai, dan pertumbuhan ekonomi yang tetap positif diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian pasar global.

Sumber: Radar Surabaya

Share :

Baca Juga

Jambi

Menhut Sebut Karhutla Jambi Membaik, Patroli Gabungan Diperkuat

Jambi

Rekonstruksi Kasus Brigadir EWS, Kuasa Hukum Soroti Adegan Penyelamatan Korban

Jambi

Kuasa Hukum UVS Minta Gelar Perkara Khusus Kasus Kematian Brigadir EWS di Mabes Polri

Jambi

Menteri HAM dan Gubernur Jambi Serahkan KTP kepada Warga Suku Anak Dalam

Jambi

Al Haris Minta RSUD Raden Mattaher Berbenah, Penanganan IGD Ditargetkan di Bawah 6 Jam

Jambi

Gubernur Al Haris Paparkan Rincian Dana Bantuan Pusat Untuk Penanganan Karhutla

Jambi

Angin Mengarah ke Jambi, Al Haris Sebut Kabut Asap Sulit Dikendalikan

Jambi

Pemprov Jambi Catat 871 Aset Tanah, Dua Lokasi Bersengketa