Home / Nasional

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:12 WIB

Hadapi Risiko Pekerjaan Tergeser AI, Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja

JENEWA – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG) memperkuat kerja sama ketenagakerjaan. Fokusnya adalah pelatihan dan pengembangan keterampilan menghadapi era digital dan kecerdasan buatan (AI).

Ajakan itu disampaikan dalam Asia Pacific Group Ministerial Meeting. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss, Selasa (9/6/2026).

Yassierli mengatakan tantangan ketenagakerjaan semakin kompleks. Karena itu, setiap negara perlu saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik.

Menurutnya, kawasan Asia Pasifik menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan. Mulai dari pengangguran hingga meningkatnya pekerjaan informal.

Selain itu, perkembangan teknologi dan AI juga berpotensi menggeser banyak jenis pekerjaan. Kondisi ini menuntut kesiapan tenaga kerja yang lebih baik.

Program Magang dan Vokasi Jadi Andalan

Pemerintah Indonesia menempatkan pengembangan keterampilan sebagai program prioritas. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berubah.

Baco Jugo :   KPK Tetapkan Ketua Tim Pemeriksa BPK Sumsel Sebagai Tersangka Dugaan Suap

Salah satu program unggulan adalah Program Pemagangan Nasional. Program ini ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi.

Peserta mendapatkan pengalaman kerja selama enam bulan di dunia industri. Pemerintah juga memberikan dukungan uang saku setara upah minimum.

Tahun 2026, program tersebut ditargetkan menjangkau 150 ribu peserta.

Selain itu, pemerintah menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional. Program ini menyasar lulusan SMA dan sederajat.

Pada tahun ini, pelatihan vokasi ditargetkan diikuti 300 ribu peserta di seluruh Indonesia.

Yassierli menegaskan program tersebut bersifat inklusif. Kesempatan diberikan bagi perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat di wilayah terpencil.

Indonesia Tawarkan Kerja Sama Strategis

Dalam forum ASPAG, Indonesia menawarkan sejumlah bidang kerja sama. Salah satunya pengembangan kurikulum vokasi berbasis kebutuhan masa depan.

Baco Jugo :   Kunker Kepala Daerah se-Provinsi Jambi, Gubernur Al Haris Audiensi dengan Menhut

Indonesia juga mendorong pembentukan pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas. Langkah ini bertujuan memperluas akses terhadap dunia kerja.

Selain itu, Indonesia menawarkan pengembangan komunitas pertanian. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat.

Kerja sama juga mencakup pembentukan klinik produktivitas. Termasuk pengembangan pusat teknologi tepat guna bagi pelaku usaha.

Menurut Yassierli, langkah tersebut penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja. Selain itu, kebijakan ini membantu pekerja beradaptasi dengan perubahan teknologi.

“Indonesia siap berbagi dan belajar. Kita memiliki banyak hal yang dapat saling ditawarkan,” ujar Yassierli.

Melalui kerja sama ASPAG, Indonesia ingin memastikan pekerja tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi. Sebaliknya, perubahan tersebut harus menjadi peluang untuk meningkatkan keterampilan dan memperluas kesempatan kerja. (*)

Share :

Baca Juga

Jambi

WNA Asal China Diperiksa Imigrasi Bungo

Jambi

Al Haris: HUT Damkar, Satpol PP dan Satlinmas Jadi Momentum Tingkatkan Pelayanan

Nasional

KPK Tetapkan Ketua Tim Pemeriksa BPK Sumsel Sebagai Tersangka Dugaan Suap

Jambi

Gubernur Al Haris Pimpin Apel Siaga Karhutla 2026, Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penanganan

Nasional

Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertamax Green Tembus Rp17.000

Jambi

Raker, RDP dan RDPU Bersama Komisi II DPR RI, Al Haris Perjuangkan Nasib PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu

Nasional

Resmi! Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru Persija Jakarta, Kontrak Tiga Tahun

Jambi

Gus Ipul Tinjau Calon Siswa Sekolah Rakyat di Jambi, Al Haris Dorong Daerah Siapkan Lahan