Jambi, Bungotv.co – Gubernur Jambi Al Haris memaparkan rincian penggunaan dana bantuan pemerintah pusat untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung operasional petugas, pengadaan peralatan pemadam hingga penanganan kesehatan masyarakat terdampak asap. Dimana Pemprov Jambi mendapatkan alokasi Rp30 miliar untuk empat OPD.
Al Haris menyebutkan pemerintah pusat telah memberikan bantuan awal kepada empat kabupaten, yakni Batang Hari Rp15 miliar, Tanjung Jabung Barat Rp15 miliar, Tanjung Jabung Timur Rp15 miliar, dan Sarolangun Rp10 miliar.
Penggunaan dana mengacu pada petunjuk teknis Kementerian Dalam Negeri, dengan alokasi untuk kebutuhan operasional dan logistik petugas, termasuk biaya makan, minum, serta uang saku.
Al Haris mengungkapkan anggaran APBD Provinsi Jambi sebesar Rp3 miliar yang disiapkan pada tahap awal penanganan karhutla telah habis digunakan. Karena itu, bantuan pusat dimanfaatkan untuk melengkapi peralatan yang belum dimiliki BPBD, seperti mobil pemadam kebakaran, selang air sepanjang satu kilometer, serta kendaraan roda tiga bertangki air untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses mobil.
Selain itu, dana bantuan dapat digunakan untuk pengadaan obat-obatan dan peralatan pendukung bagi pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama yang mengalami kondisi akut akibat dampak kabut asap.
Al Haris menegaskan, penggunaan dana dilakukan melalui mekanisme yang jelas, telah ditinjau Inspektorat, dan akan dilaporkan kepada Presiden melalui Sekretariat Negara.
Ia juga mengingatkan bahwa penanganan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah provinsi. Bupati dan wali kota diminta aktif menggerakkan tim di wilayah masing-masing karena titik kebakaran berada di daerah mereka.
“Jangan seolah-olah karhutla ini urusan Gubernur semua, lokasi kebakaran ada di daerah mereka,” tegas Al Haris.
Reporter: Reza Fender Rizki











