Jambi, Bungotv.co – Gubernur Jambi Al Haris meminta manajemen RSUD Raden Mattaher Jambi terus membenahi tata kelola dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Salah satu target yang disorot adalah waktu penanganan pasien di instalasi gawat darurat (IGD) agar tidak lebih dari enam jam.
Pembenahan tersebut dinilai penting untuk mempertahankan status akreditasi Paripurna sekaligus memperkuat posisi RSUD Raden Mattaher sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Jambi, termasuk bagi masyarakat dari provinsi tetangga.
Hal itu disampaikan Al Haris saat menghadiri penilaian akreditasi rumah sakit oleh tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di ruang Diklat RSUD Raden Mattaher Jambi, Selasa (14/10).
Al Haris menegaskan, akreditasi bukan sekadar pemenuhan administrasi. Penilaian yang dilakukan secara berkala setiap tiga tahun tersebut menjadi instrumen untuk memastikan standar pelayanan, kelengkapan sarana, dan fasilitas kesehatan tetap terjaga.
“Penilaian akreditasi ini rutin dilakukan setiap tiga tahun untuk memastikan standar pelayanan, kelengkapan sarana, dan fasilitas kesehatan tetap terjaga,” katanya.
Menurut dia, rumah sakit harus melakukan pembenahan secara konsisten. Sebab, penurunan standar berisiko berdampak langsung terhadap mutu pelayanan yang diterima masyarakat
Karena itu, manajemen rumah sakit diminta tidak hanya berfokus pada pemenuhan standar akreditasi, tetapi juga memastikan peningkatan kualitas layanan benar-benar dirasakan pasien.
“Jika standarnya turun, mutu pelayanan ikut turun. Kita berharap pembenahan yang konsisten dapat mempertahankan status akreditasi Paripurna,” ujarnya.
Selain mutu pelayanan, Al Haris menyoroti pentingnya tata kelola, akurasi data operasional, serta kesiapan sarana dan prasarana. Seluruh aspek tersebut perlu berjalan beriringan untuk mendukung pelayanan kesehatan yang efektif dan optimal.
RSUD Raden Mattaher memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan utama sekaligus rumah sakit pengampu di Provinsi Jambi. Posisi tersebut menuntut kesiapan tenaga kesehatan, fasilitas, dan sistem pelayanan dalam menangani pasien dengan berbagai kondisi.
Peluang pengembangan layanan juga terbuka seiring semakin terkoneksinya jalan tol di Pulau Sumatera. Akses transportasi yang semakin baik berpotensi memudahkan masyarakat dari provinsi tetangga untuk memperoleh pelayanan kesehatan di Jambi.
Reporter: Reza











