JAKARTA, Bungotv.co – Timnas Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan di bawah arahan John Herdman. Di hadapan 23.677 penonton yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat malam, skuad Garuda tampil dominan dan mengalahkan Oman dengan skor meyakinkan 3-0.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu penampilan terbaik Indonesia sejak Herdman menangani tim pada Januari lalu. Selain itu, hasil ini mengakhiri catatan 38 tahun tanpa kemenangan atas Oman. Menariknya, kemenangan terakhir Indonesia atas Oman juga terjadi dengan skor identik 3-0 pada 1988.
Indonesia tampil percaya diri sejak menit awal. Meski hanya unggul tipis dalam penguasaan bola, tim Garuda mengendalikan jalannya pertandingan. Indonesia menciptakan banyak peluang dan terus menekan pertahanan lawan.
Justin Hubner membuka keunggulan pada menit ke-13. Ole Romeny kemudian menggandakan skor pada menit ke-27. Ragnar Oratmangoen melengkapi pesta kemenangan lewat gol ketiga pada menit ke-56.
Lini belakang Indonesia juga tampil solid. Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner mampu meredam serangan Oman sepanjang pertandingan. Meski begitu, Indonesia sempat mendapat ancaman setelah wasit menghadiahkan penalti untuk Oman pada menit ke-38.
Beruntung, Emil Audero tampil sebagai penyelamat. Kiper berdarah Indonesia-Italia itu menggagalkan eksekusi penalti Harek Alrhubasari dan menjaga keunggulan Indonesia tetap aman. Audero juga mencatat empat penyelamatan penting sepanjang laga.
Usai pertandingan, Herdman memuji penampilan anak asuhnya. Namun pelatih asal Inggris tersebut meminta seluruh pemain tetap rendah hati. Menurutnya, kemenangan besar tidak boleh membuat tim terlena karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
“Kami harus tetap rendah hati,” tegas Herdman.
Pelatih berusia 50 tahun itu kini mengalihkan fokus ke laga berikutnya melawan Mozambik. Meski lawan berada di bawah Oman dalam ranking FIFA, Herdman menegaskan setiap pertandingan memiliki tantangan tersendiri.
Kemenangan atas Oman sekaligus memperkuat optimisme publik terhadap masa depan Timnas Indonesia. Permainan yang lebih terorganisir, mental yang kuat, serta identitas permainan yang mulai terbentuk menjadi modal penting menuju Piala Asia 2027 dan target besar menuju Piala Dunia 2030.
Jika mampu menjaga konsistensi, tim Garuda berpeluang menjadi salah satu kekuatan baru sepak bola Asia dalam beberapa tahun ke depan.









