Tanjung Jabung Barat, Bungotv.co – Kualitas udara di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, masih berada pada level berbahaya akibat kabut asap. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) bahkan sempat mencapai angka 621 dan hasil pemantauan terbaru masih berada di angka 418 atau masuk kategori hitam.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Rabu siang, pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi lanjutan untuk membahas perkembangan kualitas udara sekaligus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Barat Sahala Simatupang mengatakan, pemantauan kualitas udara terus dilakukan melalui pengukuran ISPU di 16 puskesmas. Pengukuran dilakukan dua kali setiap hari untuk mengetahui perkembangan kondisi udara di wilayah tersebut.
“Pemantauan kualitas udara terus kita lakukan di 16 puskesmas, dua kali setiap hari,” kata Sahala dalam rapat koordinasi tersebut.
Dari hasil pemantauan, kualitas udara di sejumlah wilayah masih berada dalam kategori berbahaya. Angka ISPU yang sempat mencapai 621 menunjukkan kondisi pencemaran udara yang perlu mendapat perhatian, sementara hasil terbaru masih tercatat 418.
Kondisi tersebut turut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam menerapkan pembelajaran secara daring bagi pelajar. Kebijakan itu dilakukan untuk mengurangi risiko paparan asap, terutama terhadap anak-anak selama kualitas udara belum membaik.
Empat Terduga Pelaku Karhutla Diamankan
Di sisi lain, penanganan Karhutla juga dilakukan melalui upaya penegakan hukum. Kabag Ops Polres Tanjung Jabung Barat AKP Hermanto menyebut pihak kepolisian telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam kasus Karhutla.
Sementara itu, dua terduga pelaku lainnya masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).
Selain penindakan hukum, satgas gabungan terus melakukan ground check dan patroli harian di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, unsur Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, perwakilan perusahaan, serta sejumlah instansi terkait.
Pemerintah daerah menegaskan koordinasi dan pengendalian Karhutla akan terus diperkuat. Masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk, menggunakan masker, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.
Langkah tersebut dilakukan sembari pemerintah bersama unsur terkait terus melakukan penanganan terhadap titik-titik kebakaran dan mencegah meluasnya dampak kabut asap di wilayah Tanjung Jabung Barat.
Reporter: Ardyan S









