Tanjung Jabung Barat, Bungotv.co— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat lonjakan aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang akhir Agustus hingga awal September 2026.
Dalam periode tersebut, terdeteksi sebanyak 1.053 titik hotspot, dengan kejadian karhutla paling banyak terjadi di Kecamatan Batang Asam dan Renah Mendaluh.
Koordinator Pusat Data dan Informasi BPBD Tanjung Jabung Barat, Syaiful Anwar mengungkapkan peningkatan hotspot terjadi seiring kondisi musim kemarau yang membuat lahan lebih mudah terbakar.
“Di Kecamatan Renah Mendaluh, tercatat 176 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 113,7 hektare. Sementara Kecamatan Batang Asam menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 247 kasus dengan luas lahan terbakar mencapai 213,5 hektare,” paparnya.
Secara keseluruhan, luas lahan yang terdampak karhutla di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencapai 371,8 hektare.
Sebagian besar kebakaran terjadi di kawasan gambut dan semi-gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi saat musim kemarau.
BPBD menyebut kondisi lahan gambut masih terus dalam pengawasan Satuan Tugas (Satgas) gabungan yang melibatkan BPBD, Manggala Agni, TNI, dan Polri.
Untuk kawasan HLG, luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 19,5 hektare. Sementara di Kecamatan Senyerang dan Betara, luas lahan yang terbakar masing-masing berkisar 5,5 hingga 7,3 hektare.
BPBD Pastikan Titik Api Berhasil Dipadamkan
BPBD Tanjung Jabung Barat memastikan sejumlah titik kebakaran di berbagai kecamatan berhasil dipadamkan berkat respons cepat tim gabungan.
Selain personel yang berjaga di posko, BPBD juga mengerahkan regu patroli khusus untuk menjangkau lokasi kebakaran yang berada jauh dari posko. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas.
BPBD kembali mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, termasuk membakar sampah maupun sisa perkebunan.
Kondisi cuaca yang kering, keterbatasan ketersediaan air, serta hembusan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api dan meningkatkan risiko terjadinya karhutla.
Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.
Reporter: Ardyan Saputra









