Muara Bungo, Bungotv.co— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bungo mencatat 236 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kabupaten Bungo sejak awal tahun hingga 6 September 2026.
Data tersebut berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pemerintah Provinsi Jambi.
Dari total tersebut, lonjakan hotspot paling tinggi terjadi pada Agustus dengan 115 titik. Sementara memasuki September 2026, sudah terdeteksi 25 titik panas hingga 6 September.
Kepala BPBD Kesbangpol Kabupaten Bungo, Zainadi mengatakan meningkatnya jumlah titik panas turut berdampak terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
“Total luas lahan yang terbakar di Kabupaten Bungo diperkirakan mencapai hampir 17 hektare,” ungkapnya.
Menurut Zainadi, Kecamatan Tanah Tumbuh menjadi salah satu wilayah dengan temuan titik panas terbanyak.
Warga Diminta Tidak Membuka Lahan dengan Cara Dibakar
Mengantisipasi meluasnya karhutla selama musim kemarau, BPBD Kabupaten Bungo mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Masyarakat juga diminta memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang serta tidak membakar sampah maupun semak-semak di sekitar permukiman dan kawasan hutan.
Reporter: Agustian









