Tanjab Barat, Bungotv.co — Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Sekitar 15 hektare lahan gambut di Dusun Bumi Ayu, Desa Bram Itam Raya, Kecamatan Bram Itam, terbakar.
Berdasarkan data BPBD Tanjung Jabung Barat, sekitar lima hektare lahan terbakar pada 12 Agustus, kemudian meluas sekitar 10 hektare pada 13 Agustus 2026.
Lokasi kebakaran berada di kawasan hutan lindung gambut dengan kondisi rawa dan vegetasi semak belukar. Kondisi lahan gambut membuat proses pemadaman cukup sulit karena api masih berpotensi bertahan di dalam akar dan lapisan gambut.
Koordinator Pusat Informasi BPBD Tanjung Jabung Barat, Syaiful Anwar mengatakan tim gabungan telah melakukan pemadaman sejak Rabu sore hingga Kamis sore.
“Sebanyak 48 personel dilibatkan, terdiri dari TRC BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, PT WKS, camat, kepala desa, serta masyarakat setempat. Tim juga didukung sejumlah peralatan pemadaman,” katanya.
Hingga Jumat, pergerakan api dinyatakan telah terkendali. Meski demikian, asap masih terlihat di sejumlah titik akibat sisa pembakaran pada akar dan lapisan gambut.
BPBD bersama tim gabungan masih melakukan penyisiran, patroli, dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Akses ke Lokasi Jadi Kendala Utama
Akses menuju lokasi menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Petugas harus menempuh jarak sekitar tujuh kilometer menggunakan kendaraan roda dua, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Kondisi semakin sulit karena musim kemarau membuat kanal di sekitar lokasi mengering, padahal ketersediaan air sangat dibutuhkan untuk proses pemadaman dan pendinginan lahan gambut.
BPBD Imbau Masyarakat Tidak Membakar Lahan
BPBD Tanjung Jabung Barat mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca kering.
Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok atau sumber api sembarangan serta segera melaporkan jika menemukan titik api atau asap di kawasan hutan dan lahan.
BPBD menegaskan pencegahan karhutla membutuhkan peran serta seluruh masyarakat. Kewaspadaan dan respons cepat dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas.
Reporter: Ardyan Saputra









