Home / Hukum / Tebo

Selasa, 15 Oktober 2024 - 19:07 WIB

Terungkap, Lahan Konsesi PT LAJ Telah Digarap Seluas 8 Hektare

Bungotv.co, Tebo – Pengadilan Negeri (PN) Tebo kembali menyidangkan perkara perambahan hutan, dengan terdakwa Martnac Saloom Hutapea yang disidangkan majelis hakim dengan ketua Hotma Edison Parlindungan Sipahutar, dan 2 hakim anggota Muhammad Fikri dan Ahmad Fadil. Pada Senin sore (14/10/2024) di ruang chakra.

Dalam sidang kali ini, majelis hakim mengagendakan mendengarkan keterangan saksi. Dimana Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo menjadwalkan 6 saksi, namun yang hadir dan bisa memberikan keterangan hanya 2 orang yaitu Mahmud Bin Mahyudin dan Muari Bin Selan.

Kedua saksi ini, merupakan karyawan PT Lestari Asri Jaya (LAJ) yang bekerja sebagai satpam. Mereka di sumpah untuk memberikan keterangan sebenarnya dan yang mereka ketahui.

…

Saksi pertama Mahmud Bin Mahyudin mengatakan, terdakwa mendirikan pondok dan membuka lahan di dalam kawasan konsesiĀ PT LAJ.

Baco Jugo :   Terafiliasi Gerakan Negara Islam Indonesia, Yayasan Amal Barokah Indonesia Resmi Dibubarkan

“Jarak antara pondok dan lahan yang di buka sekitar 500 meter,” terangnya saat di cecar majelis hakim.

Ia tidak pernah ketemu dengan terdakwa, melainkan pekerjanya saja. Setelah pekerja tersebut diberikan pengertian tentang larangan membuka lahan di kawanan konsesi PT LAJ, ia mengerti dan berhenti.

Namun ternyata, pekerjaan dilanjutkan oleh terdakwa langsung. Ia pun kembali memberikan sosialisasi, namun terdakwa tidak mengindahkan dan mengaku membeli lahan. Hanya saja tidak pernah ditunjukkan buktinya.

Sementara itu, saksi kedua Muari Bin Selan mengatakan, lahan yang telah dibuka terdakwa sekitar 8 hektar. Sedangkan yang sudah ditanami, sekitar 1 hektar berusia 1 tahun.

“Selain sawit, ada juga tanaman pisang di tanami terdakwa di kawasan konsesi,” ungkapnya.

Lahan di buka menggunakan alat gergaji mesin, padahal kawasan tersebut tidak boleh di buka. Karena di peruntukan untuk satwa setempat, seperti gajah.

Baco Jugo :   Bupati Tebo Bersama Tim Pantau Pilkades Serentak 2026

“Dari luas 61 ribu hektar konsesi PT LAJ, 9.700 hektar untuk satwa dan tidak boleh ada aktifitas, apalagi sampai membuka lahan,” terangnya.

Untuk itu, ia melapor ke pihak management PT LAJ jika ada aktifitas pembukaan lahan. Sehingga pihak management melaporkan hal ini, ke Polres Tebo. Sehingga dilakukan penangkapan dan diamankan barang bukti 1 alat penyemprot.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim mempersilahkan terdakwa menanggapi keterangan dari saksi.

“Saksi tidak pernah memperingatkan atau bersosialisasi larangan. Namun ada orang lain yang menyampaikannya,” aku Martnac Saloom Hutapea.

“Saya tidak membuka lahan dengan cara gergaji mesin melainkan menggunakan parang,” tambahnya.

Setelah diberikan kesempatan memberikan keterangan, majelis hakim menskors sidang dan melanjutkan pada minggu depan dengan agenda yang sama mendengarkan keterangan saksi yang tidak hadir.

sumber : https://jambitv.disway.id/

Share :

Baca Juga

Tebo

Kekurangan Ruang Belajar, SDN 147 Bogorejo Sulap Rumdin Guru dan Perpustakaan Jadi Kelas

Tebo

Terduga Pelaku Pencabulan Murid SD di Tebo Berstatus ASN

Tebo

Diduga Setubuhi Teman Dekat, Pemuda 18 Tahun di Tebo Ditahan Polisi

Tebo

Kades Bukit Pemuatan Dilaporkan, Diduga Terbitkan SKT di Kawasan Hutan Produksi

Hukum

Terdakwa Kasus Pencabulan Santriwati di Tebo Menangis saat Pledoi

Tebo

Mantan Marketing BSI Diduga Tipu Korban Rp443 Juta

Tebo

HUT ke-27 Tebo, Ketua DPRD Tekankan Persatuan dan Daya Saing Menuju 2030

Tebo

Antrean BBM di SPBU KM 10 Tebo Meluber ke Jalan