Batang Hari, Bungotv.co – Luas perkebunan karet di Kabupaten Batang Hari terus mengalami penurunan. Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Batang Hari, luas kebun karet yang sebelumnya mencapai 73.149 hektare kini tersisa 72.465 hektare atau berkurang 684 hektare.
Penurunan tersebut diduga dipengaruhi oleh peralihan fungsi lahan yang dilakukan petani dari perkebunan karet ke kelapa sawit. Komoditas sawit dinilai lebih menjanjikan sehingga sebagian petani memilih mengganti tanaman perkebunan mereka.
Kepala Bidang Perkebunan DTPHP Kabupaten Batang Hari, Lembang Harahap mengatakan penurunan luas kebun karet menjadi perhatian pemerintah daerah. “angka tersebut masih berpotensi berubah seiring perkembangan kondisi perkebunan di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan sejumlah petani karet mengajukan bantuan program peremajaan sawit rakyat (PSR). Namun, program tersebut diperuntukkan bagi perkebunan kelapa sawit sehingga tidak dapat digunakan untuk membantu peremajaan tanaman karet.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah berharap petani tetap mempertahankan perkebunan karet yang masih produktif. Terlebih, harga karet yang terus meningkat diharapkan dapat menjadi dorongan bagi petani untuk tetap mengembangkan komoditas tradisional tersebut.
Karet selama ini menjadi salah satu komoditas perkebunan unggulan Kabupaten Batang Hari. Karena itu, keberlangsungan perkebunan karet dinilai penting untuk menjaga potensi ekonomi sektor perkebunan sekaligus mendukung pendapatan masyarakat.
Reporter: Rudi











