Batang Hari, Bungotv.co – Kemarau panjang mulai memukul sektor pertanian di Kabupaten Batang Hari. Sekitar 300 hektare lahan sawah di Kecamatan Muara Bulian mengalami kekeringan selama empat bulan terakhir. Petani pun terancam gagal panen setelah sumber air yang selama ini diandalkan untuk mengairi sawah mulai mengering.
Kondisi lahan terlihat memprihatinkan dengan permukaan tanah yang retak-retak. Minimnya pasokan air membuat petani kesulitan menjaga pertumbuhan tanaman padi. Dampaknya, produksi panen tahun ini diperkirakan merosot tajam.
Rony, salah seorang petani di Muara Bulian mengaku kekeringan telah mengancam keberlangsungan usaha tani masyarakat setempat. Sungai yang menjadi sumber pengairan sawah kini mengering, sehingga petani kesulitan memenuhi kebutuhan air tanaman.
“Produksi padi tahun ini turun drastis, diperkirakan hanya 25 persen dibandingkan tahun lalu. Kami berharap ada perhatian pemerintah agar kekeringan tidak terus berulang dan hasil panen bisa kembali meningkat,” ujar Rony.
Penurunan produksi tersebut membuat persediaan hasil panen petani semakin terbatas. Rony memperkirakan hasil panen yang tersisa hanya mampu memenuhi kebutuhan untuk beberapa bulan ke depan.
Ia berharap pemerintah mengambil langkah untuk mengatasi persoalan kekeringan, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian. Dengan begitu, produksi padi di Muara Bulian diharapkan kembali pulih dan petani tidak terus menanggung kerugian akibat kemarau panjang.
Reporter: Rudi











