TEBO, Bungotv.co – Masyarakat menyoroti banyaknya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang padam di sejumlah titik di Kabupaten Tebo. Hingga pertengahan tahun 2026, lampu jalan di kawasan ibu kota kabupaten dan kompleks perkantoran masih banyak yang tidak berfungsi.
Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas PUPR Kabupaten Tebo, Sofyan Hadi, mengatakan pihaknya mengelola sekitar 200 titik LPJU yang tersebar di wilayah Kabupaten Tebo. Dari jumlah tersebut, beberapa titik mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan.
Sofyan menjelaskan, Dinas PUPR Kabupaten Tebo akan mulai memperbaiki LPJU yang rusak pada pertengahan Juni 2026 setelah menyelesaikan proses pengadaan komponen pengganti.
“Untuk LPJU yang padam di sepanjang jalur dua hingga kawasan kompleks perkantoran, kami menjadwalkan perbaikan pada pertengahan Juni. Kerusakan yang kami temukan antara lain kabel melar dan MCB yang terbakar,” ujarnya.
Di sisi lain, minimnya penerangan jalan memicu kekhawatiran masyarakat karena berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Kepala Desa Sungai Alai, Huda, menyebut sedikitnya lima kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayahnya selama Mei 2026.
Menurut Huda, kurangnya penerangan jalan pada malam hari turut memengaruhi tingkat keselamatan pengguna jalan. Karena itu, ia meminta pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah penanganan.
Selain LPJU yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Tebo, Pemerintah Provinsi Jambi juga mengelola sejumlah LPJU berbasis solar panel. Hingga saat ini, pemerintah kabupaten masih menunggu penanganan dari pemerintah provinsi atau pelimpahan kewenangan untuk melakukan perbaikan.
Huda berharap pemerintah segera memperbaiki LPJU di sepanjang jalan lintas dan kawasan perkantoran. Menurutnya, penerangan jalan yang memadai akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut.
Penulis: Hadianto









