Bungotv.co, Batanghari – Tingkat kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar saat musim kemarau masih cukup rendah. Hal ini terlihat dari pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari yang mencatat adanya 18 titik panas dan titik api.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Batanghari, Solihin, mengatakan bahwa dari belasan kasus yang ditemukan, 15 di antaranya merupakan titik panas yang berasal dari aktivitas pengolahan kelapa sawit dan tambang batu bara, sementara tiga titik lainnya merupakan titik api akibat pembakaran lahan.
Titik panas dan api tersebut tersebar di Kecamatan Muara Tembesi, Muara Bulian, Pemayung, Bajubang, Maro Sebo Ulu, dan Batin 24. Solihin menambahkan bahwa titik api tersebut berada di area perkebunan milik warga dengan total luas mencapai 2,3 hektare. Diduga kuat kebakaran disengaja oleh warga untuk membuka lahan perkebunan.
Penulis : Agustian, Bungotv.









