BATANG HARI, Bungotv.co – Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus mempercepat program relokasi warga Lorong Kayo Hitam yang terdampak ancaman abrasi. Pada tahun 2026, pemerintah bersama kementerian terkait berencana membangun 48 unit rumah relokasi. Hal ini lebih banyak dibandingkan target sebelumnya yang hanya 42 unit.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari menjalankan program relokasi untuk memindahkan warga yang tinggal di kawasan rawan abrasi demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Melalui program tersebut, pemerintah menyiapkan hunian baru bagi warga terdampak di lokasi yang lebih aman.
Kementerian Tambah Alokasi Pembangunan Rumah
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Batang Hari, Abdul Shomad, mengatakan pemerintah daerah bersama pihak balai dan kementerian telah menyelaraskan perencanaan pembangunan rumah relokasi.
Abdul Shomad menjelaskan, pemerintah sebelumnya menargetkan pembangunan sebanyak 72 unit rumah. Dari jumlah tersebut, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 30 unit rumah, sementara 42 unit lainnya masuk dalam rencana pembangunan lanjutan.
Namun, hasil koordinasi terbaru menunjukkan bahwa kementerian menambah alokasi pembangunan menjadi 48 unit rumah. Penambahan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses relokasi warga yang masih tinggal di kawasan rawan abrasi.
“Awalnya kami mengusulkan penyelesaian 42 unit rumah yang tersisa. Namun berdasarkan informasi terbaru dari kementerian, alokasi pembangunan bertambah menjadi 48 unit rumah,” ujar Abdul Shomad.
Pemkab Data Ulang Warga Terdampak
Selain menyiapkan pembangunan rumah tambahan, Disperkim Batang Hari juga melakukan pendataan ulang terhadap warga terdampak abrasi di Lorong Kayo Hitam.
Hasil pendataan terbaru menunjukkan jumlah warga terdampak meningkat menjadi 150 kepala keluarga. Berdasarkan data tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang Hari kembali mengajukan permohonan bantuan pembangunan lanjutan kepada pemerintah pusat agar seluruh warga terdampak dapat memperoleh hunian yang layak dan aman.
“Hasil pendataan terbaru menunjukkan jumlah warga terdampak bertambah menjadi sekitar 150 kepala keluarga. Karena itu, kami kembali mengajukan permohonan lanjutan agar seluruh warga yang terdampak dapat tertangani,” katanya.
Abdul Shomad berharap pemerintah pusat terus mendukung program relokasi tersebut sehingga seluruh warga yang berada di kawasan rawan abrasi dapat segera menempati rumah baru.
Melalui program relokasi ini, Pemerintah Kabupaten Batang Hari berupaya mengurangi risiko bencana abrasi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang selama ini tinggal di bantaran sungai yang rentan terdampak kerusakan lingkungan.
Penulis: Rudi









