Batanghari, Bungotv.co – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batanghari kian mengkhawatirkan. Hingga 7 September 2026, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 678 hektare lebih.
Angka tersebut berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari. Kebakaran tersebar di delapan kecamatan dengan total 174 titik api.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Batanghari Solihin mengatakan lahan yang terbakar didominasi kawasan mineral. Fungsinya beragam, mulai dari kawasan konservasi, hutan produksi terbatas, hutan produksi tetap, hingga area penggunaan lain.
Dari delapan kecamatan terdampak, Muara Bulian menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar. BPBD mencatat sedikitnya 422,49 hektare lahan terbakar di wilayah tersebut.
“Untuk lahan yang terbakar rata-rata merupakan lahan mineral. Fungsinya ada kawasan konservasi, hutan produksi terbatas, hutan produksi tetap, dan area penggunaan lain,” ujar Solihin.
Menurut dia, karhutla masih berpotensi meluas apabila tidak diantisipasi. Kondisi cuaca yang kering membuat lahan lebih mudah terbakar dan api cepat merambat.
Karena itu, BPBD Batanghari terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Termasuk membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Solihin berharap masyarakat turut berperan dalam mencegah karhutla. Sebab, penanganan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan.
“Kami berharap masyarakat tidak lagi melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
BPBD bersama unsur terkait juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah rawan kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan apabila kembali ditemukan titik api.
Reporter: Rudi









