Batanghari, Bungotv – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batanghari terus diperkuat. Pemerintah Kabupaten Batanghari bersama Pemerintah Provinsi Jambi , Selasa (08/09) melakukan monitoring dan evaluasi penanganan karhutla, terutama di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi.
Evaluasi tersebut menjadi perhatian serius lantaran kebakaran di kawasan Tahura masih terjadi dan mulai mendekati permukiman warga. Pemerintah daerah pun menyiapkan langkah antisipasi agar kobaran api tidak semakin meluas.
Rapat evaluasi diikuti Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief, Gubernur Jambi Al Haris, Sekretaris Daerah Batanghari Mula P Rambe, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pihak terkait.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, kawasan Tahura memiliki wilayah yang cukup luas. Sebagian kawasan tersebut juga telah dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas berladang.
“Intinya saling koordinasi, saling menguatkan, apa lagi Tahura ini luar biasa luasnya,” ujar Al Haris.
Dalam penanganan karhutla, kata Al Haris, pemerintah saat ini masih memfokuskan dukungan satuan tugas (satgas) udara untuk membantu pemadaman titik api.
Saat ini, titik api masih ditemukan di tiga kabupaten, yakni Batanghari, Tanjung Jabung Barat, dan Tebo.
Selain mengandalkan penanganan dari udara, petugas di jalur darat juga tetap disiagakan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran. Al Haris mengusulkan agar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) difokuskan pada daerah yang masih ada titik api.
“Kita minta nanti di daerah yang masih ada apinya, fokus OMC-nya didaerah itu, mungkin Batang Hari kemudian Tanjab Barat, Tebo,” tukasnya.
Sementara itu, Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief mengatakan, pemerintah kabupaten telah menyiagakan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). Alat tersebut dipersiapkan untuk membantu memutus jalur api, khususnya di kawasan Tahura yang mulai mendekati permukiman.
Pembersihan dan pembukaan jalur dilakukan untuk membuat sekat agar api tidak merambat ke kawasan lain maupun mendekati rumah warga.
“Alat berat kita siagakan untuk membantu memutus jalur api. Ini dilakukan agar api tidak berpindah ke jalur lain dan mendekati permukiman,” kata Fadhil.
Pemkab Batanghari juga memastikan dukungan kesehatan bagi personel yang terlibat dalam penanganan karhutla. Tim kesehatan akan disiagakan untuk memantau kondisi para petugas selama berada di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan mengingat penanganan karhutla membutuhkan waktu dan melibatkan banyak personel di tengah kondisi cuaca yang masih kering.
Reporter: Rudi









