Batang Hari, Bungotv.co – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Thaha Syaifuddin (Tahura STS) Jambi, Kabupaten Batang Hari semakin mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Jambi. Gubernur Jambi Al Haris bahkan meminta aparat penegak hukum segera mengusut dan menindak tegas pihak yang diduga sengaja melakukan pembakaran lahan.
Hal tersebut disampaikan Al Haris saat meninjau langsung lokasi penanganan kebakaran di kawasan Tahura STS Jambi baru-baru ini. Dalam peninjauan tersebut, gubernur melihat sejumlah lahan yang terbakar telah ditanami kelapa sawit oleh masyarakat.
Selain itu, ditemukan pula area kosong yang diduga merupakan lokasi pembukaan lahan baru di sekitar kawasan Tahura.
“Yang kita melihat yang t erbakar ini laha sawit yang ditanami masyarakat, kita lihat lagi sumber api nya, bahwa yang terbakar area yang kosong yang apinya menjalar ke lokasi ini,” ujarnya.
Al Haris mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sumber api diduga berasal dari area kosong yang dibakar. Kondisi angin kencang dan suhu panas kemudian membuat api dengan cepat merembet ke area lainnya.
Karena itu, Al Haris menginstruksikan aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas penyebab kebakaran, termasuk menindak tegas oknum yang terbukti sengaja melakukan pembakaran secara tidak bertanggung jawab.
“Pemerintah akan. agar hal ini diselidiki, kita berharap orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang seenaknya bakar hutan ini, kita tangka saja, kita periksa,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan karhutla tidak boleh dianggap sepele karena dampaknya sangat luas, baik terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.
Empat Waterbombing Disiagakan
Untuk mengantisipasi kebakaran yang terus meluas, Pemerintah Provinsi Jambi juga telah menyiagakan empat unit waterbombing untuk membantu proses pemadaman di wilayah Kabupaten Batang Hari.
Upaya pemadaman saat ini terus dilakukan oleh petugas gabungan melalui jalur darat dan udara. Pemerintah juga terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik api agar kebakaran tidak semakin meluas.
Al Haris mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih besar ketika kondisi cuaca sedang panas dan angin bertiup kencang.
Selain menguras tenaga petugas di lapangan, penanganan karhutla juga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Belum lagi asap yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar anak-anak di sekolah.
“bayangkan berapa banyak biaya kita keluarkan, berapa banyak yang bekerja dilapangan hari ini, kemudian berapa banyak anak sekolah yang korban,” tukasnya.
Pemerintah Provinsi Jambi pun meminta seluruh masyarakat ikut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Pembukaan lahan dengan cara membakar dinilai sangat berisiko, terlebih di tengah kondisi kemarau panjang yang membuat vegetasi mudah terbakar.
Reporter: Rudi









