Sungai Penuh, Bungotv.co — Musim kemarau mulai berdampak terhadap pasokan air bersih di Kota Sungai Penuh, Jambi. Debit air baku yang masuk ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda Tirta Khayangan mengalami penurunan hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal.
Penurunan debit air baku tersebut berdampak terhadap kapasitas pengolahan sekaligus distribusi air bersih kepada pelanggan di sejumlah wilayah.
Kondisi ini terjadi salah satunya di IPA Desa Pelayang Raya. Direktur Utama Perumda Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh, Edi Alfarizi mengatakan dalam kondisi normal pihaknya mampu menampung dan mengolah air baku sekitar 170 liter per detik.
“memasuki musim kemarau, debit air baku mengalami penurunan hingga 40 persen dari kondisi normal,” katanya.
Hal tersebut membuat kapasitas air yang dapat diolah dan didistribusikan kepada pelanggan ikut berkurang.
Dampak penurunan debit air paling terasa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pondok Tinggi, Kecamatan Sungai Penuh, dan Kecamatan Sungai Bungkal. Gangguan distribusi juga terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Pesisir Bukit.
“Penurunan debit air baku tersebut menyebabkan tekanan air di sejumlah wilayah menurun,” jelasnya. Bahkan, beberapa pelanggan mengalami gangguan aliran air.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Perumda Tirta Khayangan mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan. Penghematan dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air di tengah kondisi debit sumber air yang terus menurun.
Sementara itu, bagi wilayah yang mengalami gangguan distribusi, penyaluran air bersih akan dilakukan secara bergiliran sesuai jadwal yang ditetapkan Perumda Tirta Khayangan.
Pihak Perumda berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut dan bersama-sama melakukan penghematan air, terutama apabila musim kemarau masih berlanjut dan debit sumber air terus mengalami penurunan.
Reporter: Yel Midos









