Batang Hari, Bungotv.co — Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batang Hari terus mengalami peningkatan. Hingga Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari mencatat sedikitnya 52 titik api dengan total luas lahan terbakar mencapai 54,22 hektare.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Batang Hari, Solihin mengatakan peningkatan titik api terpantau sejak awal tahun dan semakin signifikan memasuki musim kemarau.
Berdasarkan pendataan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, sebanyak 52 titik api tercatat sejak Januari hingga Juli 2026. “Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan Juni yang hanya terdapat 10 titik api,” ungkap Solihin.
Sementara pada Juli 2026, jumlah titik api mencapai 22 titik. Kondisi ini menunjukkan peningkatan kasus karhutla yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
“BPBD mencatat total luas lahan yang terbakar telah mencapai 54,22 hektare,” terangnya.
Solihin menyebut sebagian besar kebakaran diduga dipicu oleh kelalaian masyarakat, terutama aktivitas pembakaran sampah maupun pembukaan lahan yang dilakukan di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
BPBD Kabupaten Batang Hari terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan, termasuk membakar sampah dan membuka lahan dengan cara dibakar.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api untuk mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran meluas.
BPBD mengingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem dan musim kemarau dapat membuat api lebih mudah menyebar, sehingga kewaspadaan seluruh masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah bertambahnya kasus karhutla di Kabupaten Batang Hari.
Reporter: Rudi









