Batang Hari, Bungotv.co — Kemarau panjang mulai berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Batang Hari. Sedikitnya 1.106 hektare lahan sawah di tujuh kecamatan terdampak kekeringan.
Data Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Batang Hari per 31 Agustus 2026 mencatat, wilayah Kecamatan Muara Tembesi menjadi daerah dengan lahan terdampak paling luas.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Batang Hari, Roma Uliana mengatakan pihaknya masih melakukan inventarisasi untuk mengetahui tingkat dampak kekeringan terhadap lahan pertanian masyarakat.
“Dari total 1.106 hektare lahan terdampak, sekitar 424,5 hektare berada di Kecamatan Muara Tembesi,” katanya.
Selanjutnya, Kecamatan Pemayung mencapai 312 hektare, Batin XXIV 122,5 hektare, Maro Sebo Ilir 96 hektare, Maro Sebo Ulu 86 hektare, Muara Bulian 53,8 hektare, dan Mersam 10,75 hektare.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena kemarau panjang masih berlangsung dan berpotensi memengaruhi produktivitas tanaman padi.
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang semakin meluas, DTPHP Batang Hari berupaya mengoptimalkan sejumlah sumber dan sarana pengairan.
“melalui irigasi perpompaan, irigasi permukaan, embung, hingga pemanfaatan sumur bor di sejumlah titik lahan pertanian,” bebernya.
DTPHP juga bekerja sama dengan BPBD Batang Hari untuk menyalurkan sembilan unit pompa air secara pinjam pakai kepada kelompok tani.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu petani mendapatkan pasokan air selama kondisi kemarau masih terjadi.
Reporter: Rudi











