Batang Hari, Bungotv.co – Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batang Hari terus meningkat. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari, luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga 27 Juli 2026 telah mencapai 50,5 hektare.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Batang Hari, Asriyal mengatakan luasan lahan yang terbakar tersebut berasal dari 47 titik api yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Batang Hari.
Selain mencatat titik api yang mengakibatkan kebakaran, BPBD juga menerima laporan adanya 98 titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Kabupaten Batang Hari selama periode tersebut.
“Hingga 27 Juli 2026, luas lahan yang terbakar mencapai 50,5 hektare dari 47 titik api,” katanya.
“Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas,” ujar Asriyal.
BPBD menyebut sebagian besar kejadian karhutla dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Kondisi cuaca yang kering juga mempercepat penyebaran api sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.
Dari hasil pemetaan BPBD, Kecamatan Muara Bulian menjadi wilayah dengan jumlah titik api terbanyak dibandingkan kecamatan lainnya. Kondisi tersebut membuat wilayah tersebut menjadi fokus pengawasan dan upaya pencegahan.
BPBD Kabupaten Batang Hari mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi apa pun serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani sebelum meluas.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus meningkatkan patroli, pemantauan titik panas, serta sosialisasi kepada masyarakat guna menekan angka kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Reporter: Rudi









