Home / Batanghari

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:16 WIB

Petani di Batang Hari Kesulitan Dapat Solar Subsidi untuk Alsintan

BATANG HARI, Bungotv.co – Petani dan kelompok Brigade Pangan di Kabupaten Batang Hari mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi. Solar tersebut untuk operasional alat dan mesin pertanian (alsintan), namun kondisi ini membuat biaya pengelolaan lahan sawah terus meningkat.

Petani berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar petani memiliki akses yang lebih mudah terhadap solar subsidi.

Kelompok Brigade Pangan Batang Hari saat ini masih mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian dalam program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Namun, mereka menghadapi kendala tingginya biaya operasional, terutama untuk kebutuhan bahan bakar alsintan.

Kesulitan memperoleh solar subsidi memaksa sebagian petani membeli solar eceran dengan harga jauh lebih mahal dibandingkan harga resmi.

Baco Jugo :   Kasus Karhutla, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan dan Pengembangan Kasus

Manager Brigade Pangan Sugih Makmur Milenial, Fadlan, mengatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi mendorong meningkatnya permintaan solar subsidi di lapangan. Kondisi tersebut membuat petani semakin sulit memperoleh solar subsidi untuk kebutuhan pertanian.

“Saat ini petani kesulitan mendapatkan solar subsidi. Akibatnya, kami terpaksa membeli solar eceran dengan harga yang jauh lebih tinggi,” ujar Fadlan.

Menurutnya, harga solar eceran yang sebelumnya berkisar Rp350 ribu per galon ukuran 40 liter kini naik menjadi Rp550 ribu hingga Rp600 ribu per galon. Kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada biaya operasional pengolahan lahan sawah.

Baco Jugo :   Warga Batanghari Temukan Bayi Laki-Laki Di Depan Rumah

Fadlan mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Brigade Pangan berharap pemerintah dapat menyediakan mekanisme khusus bagi petani dalam memperoleh solar subsidi di SPBU.

“Kami berharap ada kebijakan yang memudahkan petani mendapatkan solar subsidi agar kegiatan pertanian tidak terganggu,” katanya.

Menurutnya, ketersediaan BBM sangat penting untuk mendukung operasional traktor dan alsintan lainnya yang digunakan dalam pengelolaan lahan pertanian. Jika persoalan ini tidak segera teratasi, biaya produksi pertanian berpotensi terus meningkat dan dapat memengaruhi produktivitas petani di Kabupaten Batang Hari.

Penulis: Rudi

Share :

Baca Juga

Batanghari

Pasca Insiden di Merangin, SAD Batang Hari Serahkan 20 Senjata Api Rakitan ke Polisi

Batanghari

Kejari Batang Hari Musnahkan Ratusan Barang Bukti dari 34 Perkara Pidana

Batanghari

Kejari Batang Hari Tahan Kades Lopak Aur, Kerugian Negara Capai Rp542 Juta

Batanghari

Hindari Truk dari Arah Berlawanan, Truk Pengangkut Kerupuk Terguling

Batanghari

Dishub Batang Hari Perketat Pengawasan Truk Batubara yang Masuk Jalur Kota

Batanghari

Satpol PP Batang Hari Amankan 11 Orang, Terdiri Dari 8 Anak Punk Dan 3 Wanita

Batanghari

Dugaan Korupsi Pupuk Subsidi Rp2,6 Miliar, Kejari Batang Hari Tahan Direktur CV CY

Batanghari

ISPU Batang Hari Turun ke Angka 96, Kualitas Udara Masuk Kategori Sedang