Batang Hari, Bungotv.co – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Dexlite di Kabupaten Batanghari terpantau mengalami lonjakan signifikan. Di wilayah Muara Bulian, harga bahan bakar mesin diesel tersebut saat ini telah menyentuh angka Rp26.600 per liter.
Manager Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Muara Bulian, Willy, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini terjadi dalam beberapa tahapan yang cukup singkat sejak awal Mei 2026.
“Kenaikan harga BBM ini ditetapkan pada 4 Mei 2026 kemarin. Dari sebelumnya sempat di kisaran harga Rp14.300, kemudian naik menjadi Rp24.150, dan kembali naik lagi menjadi Rp26.600 per liter,” ujar Willy saat ditemui di lokasi kerjanya.
Kenaikan harga yang cukup tajam ini berdampak langsung pada perilaku konsumen. Willy mencatat bahwa sejak harga Dexlite melambung, antrean di jalur BBM subsidi cenderung lebih padat dibandingkan sebelumnya.
“Akibat adanya kenaikan tersebut, masyarakat terpantau lebih mendominasi untuk membeli BBM bersubsidi seperti Solar,” tambahnya.
Berbeda dengan Dexlite, harga BBM subsidi seperti Solar dan Pertalite, serta BBM non-subsidi jenis Pertamax 92 dipastikan tidak mengalami perubahan harga. Willy menjamin bahwa stok untuk jenis BBM tersebut tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Untuk BBM subsidi seperti Solar, Pertalite, dan Pertamax 92 dipastikan tidak ada mengalami kenaikan, bahkan pasokannya yang masuk pun dipastikan aman,” jelasnya.
Meski pasokan aman, Willy tidak menampik bahwa kondisi bisnis di sektor BBM non-subsidi saat ini sedang lesu akibat daya beli masyarakat yang bergeser.
“Pasca-kenaikan tersebut, kondisi pembelian BBM non-subsidi mengalami penurunan cukup terasa,” tutup Willy.
Rudi, Batang hari, Bungotv.









