Home / Bungo

Minggu, 3 November 2024 - 13:09 WIB

Tanggapi Pernyataan Salah Satu Paslon Dalam Debat Publik, Berikut Penjelasan Dirut RSUD H Hanafie

Bungotv.co, Muara Bungo – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Hanafie Muara Bungo dr. Edi Mustafa, M. Kes memberikan tanggapan tentang apa yang disampaikan calon Bupati Dedy dalam acara debat kandidat putaran pertama, pada Sabtu 2 November 2024.

Edy Mustafa menyebutkan bahwa RSUD H Hanafie Muara Bungo tidak bisa dibantah sudah menjadi rumah sakit rujukan untuk wilayah Jambi bagian barat (Merangin, Sarolangun, Tebo, Kerinci dan Sungai Penuh), dari tahun 2013 lalu.

“Kalau untuk rujukan, sudah dari tahun 2013 lalu. Bahkan saat ini rumah sakit H Hanafie sudah naik menjadi tipe B. Inilah faktor yang memperkuat kita sebagai menjadi rumah sakit rujukan untuk Jambi wilayah barat, bahkan Kabupaten Provinsi tetangga juga ada yang dirujuk RSUD Bungo seperti Dharmasraya, ” uja Edy Mustafa, Minggu (3/11/2024).

Edi Mustafa juga menjelaskan, RSUD H Hanafie Muara Bungo memiliki peralatan dan petugas medis yang lebih lengkap di banding daerah Jambi Wilayah Barat lainya.

Baco Jugo :   Pemkab Bungo kaji teknis WFH sesuai arahan pusat

“Jika dibandikan di daerah lainnya yang ada di Jambi wilayah barat ini, rumah sakit kita yang paling lengkap. Makanya kita ditunjuk jadi rumah sakit rujukan. Dan ini juga melalui proses panjang hingga bisa serperti sekarang,” ucapanya.

Terkait tenaga medis, kata Edi Mustafa, RSUD H Hanafie juga lebih banyak dibanding rumah sakit lainnya di Jambi wilayah barat. Bahkan, saat ini RSUD H Hanafie sudah memiliki sub spesialis dan dokter spesialis.

“Kita sudah ada beberapa orag dokter sub spesialis, yang tentunya dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal. Bahkan kita sudah menjadi pusat layanan pasien cuci darah. Makanya wajar kita jadi rujukan wilayah barat,” jelas Edi.

Meskipun RSUD H Hanafie sudah menjadi rumah sakit rujukan, lanju Edi Mustafa, ada beberapa kategory pasien yang harus mendapat tindakan rujukan ke rumah sakit yang tentunya memilik tipe atau kelas lebih tinggi.

Baco Jugo :   Bupati Bungo Tandatangan Kerjasama Dengan Pengadilan Agama

“Jadi kalau pasiennya butuh penindakan lebih lanjut, sementara alatnya kita tidak ada, ya pasti kita rujuk kembali ke rumah sakit yang lebih lengkap,” jelasnya.

Seperti pasien jantung dan struk, jelas Edi, ada tingkatan kondisi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dan diharuskan dirujuk, maka barula tindakan rujukan dilakukan.

“Tekhusus pasien struk yang memerlukan tindakan Magnetic Resonance Imaging (MRI), saat ini masih kita rujuk karen kita belum memilikinya, tapi insyaallah alat ini akan diberikan oleh kementrian pada tahun 2025 mendatang,” jelasnya.

“Jadi biasanya kita merujuk ke Sumatra Barat, ini karena rumah sakit disana tipe A dan milik kementrian yang perlatannya lebih lengkap dibandingkan kita. Jadi bukannya tanpa dasar. Saya berharap masyarakat kita bisa mengerti hal ini,” tutupnya. (*)

Share :

Baca Juga

Bungo

Akses Jalan TMMD Ke-129 Buka Peluang Baru, Warga Tanjung Agung Kini Lebih Mudah Jangkau Ladang

Bungo

Tingkatkan Kenyamanan Jamaah, Satgas TMMD Ke-129 Pasang Kran Wudhu Tambahan di Langgar Nurul Fajri

Bungo

Kemendikdasmen Dorong Kemitraan Sekolah Swasta Soal Daya Tampung Siswa

Bungo

Wajah Baru Rumah Warga Tanjung Agung, Satgas TMMD Ke-129 Kebut Plesteran dan Acian Dinding

Bungo

Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0416/Bute Berjibaku Naikkan Tandon Air 5.300 Liter di Tanjung Agung

Bungo

Satgas TMMD ke-129 dan Warga Tanam 100 Bibit Pohon Buah di Tanjung Agung

Bungo

Pembangunan Jalan TMMD ke-129 Kodim 0416/Bute di Tanjung Agung Rampung 100 Persen

Bungo

Pemkab Bungo Bersama Wamendikdasmen Resmi Launching Aplikasi Bungo Pintar