Home / Ekonomi / Kerinci

Selasa, 15 Oktober 2024 - 19:12 WIB

Pilkada Serentak 2024, Musim Kampanye Mendorong Kebanjiran Orderan Percetakan

Bungotv.co, Kerinci – Semangat Pilkada ternyata berimbas kepada usaha percetakan. Beberapa pemilik percetakan mengaku kebanjiran orderan dari calon gubernur Jambi hingga calon bupati Kerinci dan wali kota Sungai Penuh, seperti yang dialami oleh percetakan di Desa Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci.

Meningkatnya orderan mulai terasa sejak masa kampanye pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024. Pemilik percetakan Roma menyatakan bahwa peningkatan orderan selama masa kampanye ini mencapai 200 persen dari hari biasa. Pada hari biasa, ia mampu menghabiskan sekitar 10 rol bahan pembuatan spanduk atau baliho, namun kini sudah mencapai 30 rol.

Baco Jugo :   Pemanfaatan Lahan Kering Selama Musim Kemarau: Strategi dan Inovasi untuk Ketahanan Pangan

Selain memesan baliho dan spanduk, calon kepala daerah juga memesan banner, map, hingga stiker yang bisa ditempel di rumah-rumah atau di mobil.

Baco Jugo :   Dampak Musim Penghujan, Petani Harus Menunda Masa Tanam Padi

Roma menambahkan bahwa sejak meningkatnya pesanan pembuatan alat peraga kampanye ini, dirinya mulai kesulitan mendapatkan bahan baku, dikarenakan setiap daerah juga melakukan percetakan alat peraga kampanye.

Penulis : Edward Pradana, Bungotv.

Share :

Baca Juga

Hukum

Polres Kerinci Amankan Residivis Curanmor, Pelaku Dihadiahi Timah Panas Karena Melawan Petugas

Kerinci

35 Ribu Warga Kerinci dan Sungai Penuh Terima Bantuan Pangan

Kerinci

Bupati Monadi Buka Jambore Gerakan Pramuka Kerinci 2026

Kerinci

Tanam Padi Serentak, Bupati Kerinci Monadi Dorong Peningkatan Produksi Pertanian

Kerinci

Rotasi besar di Polres Kerinci, Kapolres Kerinci pimpin sertijab Wakapolres, PJU dan 6 Kapolsek

Kerinci

Viral di Medsos, Aksi Wisatawan Bawa Ranting Teh Kayu Aro

Kerinci

Libur Lebaran, Wisata Ayi Tafsut Kerinci Diserbu Pengunjung

Kerinci

Gubernur Al Haris Gelar Safari Ramadhan di Dusun Baru.