Batang Hari, Bungotv.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari mencatat peningkatan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Hingga akhir Juni 2026, petugas menemukan 91 titik api dan titik panas yang tersebar di delapan kecamatan.
Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Batang Hari, Asriyal, mengatakan dari total temuan tersebut terdapat 62 titik panas dan 29 titik api. Karhutla yang terjadi telah menghanguskan sekitar 36,82 hektare lahan.
“Hingga akhir Juni, kami mencatat 91 titik api dan titik panas dengan luas lahan yang terbakar mencapai 36,82 hektare,” ujar Asriyal.
Menurutnya, peningkatan jumlah titik api menjadi perhatian serius karena Kabupaten Batang Hari mulai memasuki musim kemarau. Kondisi cuaca yang kering dinilai meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.
BPBD mencatat seluruh titik api dan titik panas tersebut tersebar di delapan kecamatan. “Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, petugas terus meningkatkan patroli, pemantauan lapangan, serta melakukan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat,” tukasnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas, terutama saat musim kemarau. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin dan mencegah kebakaran meluas.
Reporter: Rudi









