Jambi, Bungotv.co – Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana atau Bangga Kencana Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Jambi bersama pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat strategi pembangunan kependudukan. Gubernur Jambi, Al Haris, Tekankan isu kependudukan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya BKKBN, namun juga melibatkan pemerintah daerah, pihak swasta, dan seluruh lapisan masyarakat.
Gubernur menyebut banyak hal strategis yang menjadi perhatian, mulai dari penanganan ibu hamil, pencegahan stunting, hingga pengendalian laju pertumbuhan penduduk. Menurutnya, seluruh program tersebut tidak dapat ditangani oleh satu lembaga saja, melainkan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai tantangan ke depan, termasuk dampak krisis global dan peningkatan angka stunting. Berdasarkan data terbaru, angka stunting di Provinsi Jambi mengalami kenaikan menjadi 17,1 persen. Kondisi ini dinilai memerlukan langkah-langkah progresif.
Penguatan data, peningkatan kualitas sumber daya manusia, kelembagaan, serta sinergi antar lembaga menjadi kunci untuk menekan angka stunting tersebut.
Selain itu, Al Haris juga menyoroti peluang besar bonus demografi yang sedang dialami Provinsi Jambi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025, sekitar 68,86 persen penduduk Jambi berada pada usia produktif, yaitu 15 hingga 64 tahun.
Bonus demografi ini disebut sebagai peluang sekaligus tantangan. Jika tidak dikelola dengan baik, dapat menjadi beban, namun jika dimanfaatkan secara optimal, akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Banyak hal strategis yang menjadi perhatian, mulai dari penanganan ibu hamil, pencegahan stunting, hingga pengendalian laju pertumbuhan penduduk. Seluruh program tersebut tidak dapat ditangani oleh satu lembaga saja, melainkan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Penguatan data, peningkatan kualitas sumber daya manusia, kelembagaan, serta sinergi antar lembaga menjadi kunci untuk menekan angka stunting. Selain itu, bonus demografi yang tengah dialami Provinsi Jambi juga menjadi peluang besar sekaligus tantangan. Berdasarkan data BPS tahun 2025, sekitar 68,86 persen penduduk Jambi berada pada usia produktif 15 hingga 64 tahun. Jika dikelola dengan baik, bonus demografi ini akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Al Haris.
Penulis:Reza Fender Rizky, Bungotv.









