Muara Bungo, Bungotv.co — Penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dalam beberapa waktu terakhir tengah menjadi keluhan bagi para petani swadaya di Kabupaten Bungo. Menurut data dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Bungo, penurunan harga ini bukan disebabkan oleh anjloknya harga sawit dunia, melainkan karena pasar masih menunggu dan menyesuaikan diri dengan kebijakan ekspor satu pintu yang diterapkan oleh pemerintah.
Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku usaha kini lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian TBS. Selain faktor kebijakan baru, kendala pada sektor transportasi dan distribusi juga ikut memengaruhi pergerakan harga kelapa sawit di lapangan.
Untuk melindungi para petani, pemerintah memastikan bahwa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang bermitra dengan petani plasma tetap diwajibkan membeli TBS sesuai dengan harga resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dinas terkait juga terus melakukan pengawasan ketat secara berkala melalui laporan harga harian yang wajib diserahkan oleh setiap pabrik.
Saat ini, selisih harga antara tempat penimbangan (loading ramp) dan pihak pabrik terpantau masih berada di atas Rp500 per kilogram. Sementara itu, harga di tingkat pengepul sangat bergantung pada kualitas buah sawit yang dihasilkan oleh petani.
Berdasarkan kualitasnya, berikut adalah rincian harga TBS di tingkat pengepul saat ini Kualitas Baik Harga masih berkisar antara Rp2.700 hingga Rp2.800 per kilogram. Kualitas Rendah Harga berkisar antara Rp2.200 hingga Rp2.300 per kilogram.
Pemerintah mengimbau kepada seluruh petani untuk tetap menjaga kualitas hasil panen mereka dan tidak panik dalam menghadapi penurunan harga saat ini. Pihak pemerintah daerah menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap harga TBS guna menjaga stabilitas pasar.
Ade R.A, Muara Bungo, Bungotv.









