Home / Batanghari / Hukum

Kamis, 26 Desember 2024 - 19:05 WIB

Tim Gabungan Polda Jambi Tertibkan Puluhan Sumur Minyak Ilegal di Batanghari

Bungotv.co, Batanghari – Sebanyak 20 sumur minyak ilegal di Kabupaten Batanghari, tepatnya di Desa Jebak, Kecamatan Muara Tembesi, telah ditertibkan oleh tim gabungan Polda Jambi. Penertiban dilakukan dengan memasang garis polisi di lokasi sumur-sumur tersebut. Namun, saat dilakukan penyisiran, petugas tidak menemukan aktivitas apapun.

Penertiban sumur ilegal ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Satreskrim Polres Batanghari dan Denpom II Sriwijaya, serta Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi. Semua peralatan yang ada di lokasi sumur ilegal tersebut dibongkar.

Baco Jugo :   BPBD Batang Hari Petakan Empat Kecamatan Rawan Karhutla

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Reza Khomeini, menjelaskan bahwa selain menertibkan sumur-sumur ilegal, pihaknya juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi. Ia mengimbau masyarakat agar tidak lagi terlibat dalam aktivitas pengeboran sumur minyak ilegal, karena selain melanggar hukum, juga dapat merusak lingkungan sekitar.

Baco Jugo :   2 Warga Sumsel Ditangkap Polda Jambi Bawa Sabu 2 Kilogram

Dengan penertiban ini, diharapkan tidak ada lagi kegiatan ilegal yang dapat merusak alam dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekitar.

Sumber : https://jambitv.disway.id/

Share :

Baca Juga

Hukum

Eksepsi Tiga Terdakwa Dugaan Korupsi PDAM Tirta Mayang Ditolak, Sidang Lanjut ke Tahap Pembuktian

Batanghari

158 Truk Angkutan Batubara Ditilang, Nekat Melintas Jalur Terlarang dan Over Dimensi

Hukum

Pengedar Sabu di Tebo Ditangkap, Polisi Sita 24 Paket Sabu Siap Edar

Batanghari

Puluhan Warga Datangi Tiga Rumah Terduga Pengedar Narkoba di Rantau Kapas Mudo

Batanghari

PPDB Batang Hari: Ratusan Sekolah Lain Masih Kekurangan 

Batanghari

Harga Ayam di Batang Hari Turun, Pedagang Sebut Faktor MBG 

Batanghari

Longsor Ancam Permukiman, BPBD Batang Hari Catat Empat Titik Terdampak

Bungo

Usai Divonis Seumur Hidup, Keluarga Korban Minta Waldi Dipindahkan ke Nusakambangan