Home / Bencana / Muaro Jambi

Rabu, 7 Agustus 2024 - 18:38 WIB

Dampak Musim Kemarau, Warga Harus Mencari Air Bersih ke Dalam Hutan

 Warga Mencari Air Bersih ke Dalam Hutan

Warga Mencari Air Bersih ke Dalam Hutan

Bungotv.co, Muaro Jambi – Akibat musim kemarau panjang tahun 2024, sejumlah warga yang tinggal di Desa Suka Maju, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi mengalami krisis air bersih. Setiap hari, warga terpaksa harus pergi ke hutan dengan berjalan kaki menuju pinggir hutan untuk mendapatkan air bersih yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan air minum dan mandi.

Baco Jugo :   Rapat Paripurna DPRD, Wabup Jun Mahir Hadiri Paripurna Jawaban Eksekutif
Suripto, salah satu warga di RT 2, Desa Suka Maju, Muaro Jambi.

Menurut Suripto, salah satu warga di RT 2, Desa Suka Maju, Muaro Jambi, krisis air bersih telah terjadi hampir tiga minggu terakhir sejak musim kemarau dimulai dua bulan lalu.

Tak hanya itu, sumur-sumur milik warga juga banyak yang mengering akibat musim kemarau di wilayah tersebut. Hingga saat ini, warga setempat terus mengharapkan bantuan air bersih dari pemerintah agar kebutuhan air bersih mereka dapat tercukupi setiap hari.

Baco Jugo :   Waspada Penyakit Rabies, 57 Kasus Gigitan Hewan Rabies di Muaro Jambi

Muaro Jambi, Amrizal Fadli, Bungo TV.

Share :

Baca Juga

Muaro Jambi

Bupati BBS Lantik Pengurus Yayasan Pseko Melayu Jambi, Dorong Pelestarian Budaya Melayu

Muaro Jambi

Bupati BBS Tinjau Korban Kebakaran di Desa Sogo, Salurkan Bantuan Darurat

Muaro Jambi

Bupati BBS Tinjau Infrastruktur Pendidikan, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Fasilitas Sekolah

Muaro Jambi

Bupati BBS Fokus Bangun Konektivitas Jalan untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Muaro Jambi

Muaro Jambi

Bupati Bambang Bayu Suseno Resmikan Jembatan Bentari, Hasil Gotong Royong Warga Betung

Muaro Jambi

Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan, Wabup Jun Mahir Lantik 183 Kepala TK, SD, dan SMP

Muaro Jambi

Potret Buram Pendidikan di Muaro Jambi: SDN 232 Tanjung Lebar Krisis Guru dan Ruang Kelas

Muaro Jambi

Ironi di Muaro Jambi: Belasan Tahun Dua Dusun Gelap Gulita, Anak-Anak Belajar di Bawah Kepulan Asap Solar