Bungotv.co, Muaro Jambi – Di era yang semakin modern, proses pembuatan tahu secara tradisional masih dipertahankan oleh produsen tahu di Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Proses pembuatan dimulai dengan merendam kedelai pilihan dalam air, kemudian dicuci hingga bersih. Kedelai harus dicuci dengan baik agar tidak cepat asam. Setelah digiling, bubur kedelai dimasak dalam kuali besar dengan suhu 70 hingga 80 derajat Celsius.
Proses memasaknya sendiri masih menggunakan tungku kayu untuk memudahkan pengontrolan suhu. Kedelai yang telah matang kemudian dipindahkan ke dalam saringan untuk memisahkan ampas dan sari kedelai. Selanjutnya, sari kedelai ditambahkan cuka secara merata, dan pada proses akhir, tahu dicetak dalam bingkai kayu yang dialasi kain.
Produsen tahu yang telah berdiri sejak enam tahun terakhir, Irul, berharap harga kedelai dapat kembali normal, yaitu sekitar 350 ribu rupiah per satu karung berukuran 50 kilogram. Dalam satu hari, Irul mampu memproduksi 24 ribu biji tahu. Saat ini, harga satu biji tahu dijual seharga 450 rupiah. Tahu hasil produksi Irul diambil oleh para pedagang di pasar tradisional Sengeti, Muaro Jambi.
Penulis : Amrizal Fadli, Bungotv.









