Tebo, Bungotv.co – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Tebo masih menjadi perhatian. Hingga 30 September 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo mencatat 22.601 kasus ISPA secara kumulatif yang tersebar di 20 wilayah kerja puskesmas.
Data harian Dinas Kesehatan Tebo menunjukkan, kasus ISPA masih ditemukan hampir setiap hari. Sejumlah puskesmas bahkan mencatat angka kumulatif yang cukup tinggi.
Puskesmas Pulau Temiang mencatat 2.678 kasus, disusul Puskesmas Tuo Pasir Mayang sebanyak 2.629 kasus dan Rimbo Bujang IX sebanyak 2.560 kasus.
Kemudian, Puskesmas Rimbo Bujang II mencatat 2.164 kasus, Mengupeh 1.538 kasus, Sumber Sari 1.564 kasus, serta Alai Ilir sebanyak 1.291 kasus.
Tingginya kasus tersebut menjadi perhatian, terutama setelah kualitas udara di Kabupaten Tebo sempat menurun akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo dr. Riana Elisabeth mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan, khususnya ketika kualitas udara dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada pada kondisi tidak baik.
“Kalau kualitas udara tidak baik, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan asap,” ujar Riana.
Masyarakat juga diimbau menggunakan masker, terutama saat harus beraktivitas di luar ruangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi paparan partikel dan polutan yang dapat mengganggu saluran pernapasan.
Perhatian lebih juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Dinas Kesehatan Tebo mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan atau gejala gangguan pernapasan yang semakin berat.
Reporter: Hadianto









