TEBO, Bungotv.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo mencatat luas lahan yang terbakar sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 2,5 hektare. Kebakaran tersebut terjadi di sejumlah titik yang tersebar di Kecamatan Tengah Ilir, Kecamatan Muara Tabir, dan Kecamatan Sumay.
Meski sempat terjadi kebakaran lahan pada awal tahun, BPBD Tebo terus meningkatkan pengawasan setelah pemerintah menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 4 Mei 2026. BPBD bersama instansi terkait juga terus memantau perkembangan titik panas atau hotspot yang muncul di sejumlah wilayah.
BPBD Pantau Lima Titik Hotspot
Berdasarkan pemantauan satelit S-NPP dan NOAA, petugas mencatat terdapat lima titik hotspot yang tersebar di tiga kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Tengah Ilir memiliki dua titik hotspot, Kecamatan Muara Tabir dua titik hotspot, dan Kecamatan Sumay satu titik hotspot.
Meski satelit mendeteksi keberadaan hotspot tersebut, petugas tidak menemukan kebakaran lahan di lokasi yang terpantau. Hingga awal Juni 2026, kondisi seluruh titik hotspot tersebut masih dalam keadaan aman dan terkendali.
Curah Hujan Mulai Berkurang
Kepala BPBD Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, mengatakan curah hujan di Kabupaten Tebo mulai mengalami penurunan dibandingkan kondisi normal. Namun, hujan dengan intensitas ringan masih sering terjadi pada sore, malam, hingga dini hari.”Curah hujan memang mulai berkurang, tetapi hujan ringan masih terjadi di beberapa wilayah. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi,” ujar Joko Ardiawan.
Joko juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan saat memasuki musim kemarau karena kondisi cuaca yang lebih kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
BPBD Waspadai Puncak Musim Kemarau
Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau di wilayah Kabupaten Tebo akan memasuki puncaknya pada Agustus 2026. Sementara itu, periode kemarau mulai berlangsung pada Juli dan diperkirakan berangsur berkurang pada September.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Tebo terus meningkatkan kesiapsiagaan serta mengajak masyarakat berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan agar tidak terjadi bencana yang dapat merugikan lingkungan maupun masyarakat.
Penulis: Hadianto









