TEBO, Bungotv.co – Penanganan kasus dugaan kekerasan yang terjadi di SMP Negeri 22 Kabupaten Tebo hingga kini masih terus berproses. Upaya penyelesaian secara damai belum sepenuhnya tercapai, karena masih terdapat salah satu korban yang belum mencapai kesepakatan dalam proses mediasi.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tebo berencana memfasilitasi mediasi lanjutan dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Langkah ini dilakukan agar penyelesaian permasalahan dapat berlangsung secara baik, objektif, dan tidak berlarut-larut.
Upaya mediasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sebelumnya digelar bersama DPRD Kabupaten Tebo. Dalam forum tersebut, Komisi I DPRD memberikan sejumlah masukan dan rekomendasi guna mendorong penyelesaian kasus secara kekeluargaan serta mengedepankan aspek pembinaan terhadap para siswa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, Haryadi, mengatakan pihaknya akan segera memfasilitasi pertemuan yang melibatkan korban, pihak yang diduga terlibat, orang tua masing-masing siswa, serta pihak sekolah.
Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur tersebut penting untuk mencari solusi terbaik sekaligus memastikan hak-hak seluruh pihak tetap terpenuhi.
“Kami akan memfasilitasi mediasi dengan melibatkan semua pihak terkait agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan dampak berkepanjangan bagi para siswa,” ujar Haryadi.
Ia menambahkan, dunia pendidikan harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Karena itu, penyelesaian masalah perlu dilakukan secara bijaksana dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.
Disdikbud Tebo berharap proses mediasi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat dapat menghasilkan kesepahaman antara seluruh pihak sehingga persoalan dapat diselesaikan secara damai dan konstruktif.
Selain itu, hasil mediasi diharapkan mampu menjadi pembelajaran bersama guna mencegah terulangnya kasus serupa di lingkungan sekolah serta menjaga kondusivitas kegiatan belajar mengajar.
Penulis: Hadianto









