Tanjung Jabung Barat, Bungotv.co – Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi nelayan pesisir di Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus mengalami peningkatan yang signifikan. Kondisi ini terutama terjadi di wilayah Kuala Tungkal, di mana sebagian besar masyarakatnya menggantungkan roda perekonomian mereka dari sektor perikanan dan hasil laut.
Keterbatasan kuota BBM yang tersedia saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi para nelayan setempat. Pasalnya, kebutuhan operasional untuk melaut sangat memerlukan pasokan bahan bakar yang stabil dan memadai agar para nelayan dapat bekerja dengan optimal.
Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Parit 7 Kuala Tungkal, Hendi Hariandi, menegaskan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah resmi mengajukan penambahan kuota BBM kepada Pertamina. Upaya ini dilakukan agar kebutuhan para nelayan dapat terpenuhi dan aktivitas melaut tetap berjalan normal.
Hendi menjelaskan, jumlah nelayan di wilayah Kuala Tungkal terus bertambah setiap tahunnya. Hal inilah yang mendasari perlunya dilakukan penyesuaian kuota BBM agar sejalan dan sebanding dengan kebutuhan riil para nelayan di lapangan.
Diketahui, saat ini terdapat lebih dari empat ratus nelayan yang menggantungkan nasib dan pasokan bahan bakar mereka pada SPBUN Parit 7 Kuala Tungkal. Oleh karena itu, pihak manajemen SPBUN bersama pemerintah daerah terus intens berkoordinasi dan mendorong Pertamina agar segera merealisasikan tambahan kuota tersebut.
Langkah pengajuan ini diharapkan dapat menjadi solusi cepat demi menunjang kebutuhan harian para nelayan. Selain itu, terpenuhinya kuota BBM yang memadai juga dinilai sangat krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah pesisir Tanjung Jabung Barat.
Ardyan Saputra, Tanjung Jabung Barat, Bungotv.









