Kerinci, Bungotv.co – Libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah memberikan berkah bagi sektor pariwisata di Kabupaten Kerinci. Salah satunya objek wisata Ayi Tafsut di Desa Koto Tuo, Kecamatan Kayu Aro, yang mengalami peningkatan jumlah pengunjung secara signifikan.
Objek wisata Ayi Tafsut yang terletak di bawah kaki Gunung Kerinci di Kabupaten Kerinci, yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera, menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan saat libur Lebaran.
Daya tarik utama objek wisata ini adalah airnya yang masih alami, bersumber langsung dari resapan air Gunung Kerinci, yang mengalir melalui sela-sela bebatuan dan melintasi perkebunan teh Kayu Aro.
Pengunjung mengaku suasana yang sejuk, nyaman, dan pemandangan alam yang asri, dengan berbagai wahana yang menarik, menjadikan lokasi ini diburu wisatawan, baik dari dalam maupun
“Daya tarik utama objek wisata ini adalah airnya yang masih alami, bersumber langsung dari resapan air Gunung Kerinci yang mengalir melalui sela-sela bebatuan dan melintasi perkebunan teh Kayu Aro. Pengunjung juga mengaku suasana yang sejuk, nyaman, serta pemandangan alam yang asri, ditambah berbagai wahana menarik, menjadikan lokasi ini banyak dikunjungi wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah Kabupaten Kerinci,” ujar Nurjanah
Objek wisata yang dikelola oleh BUMDes Desa Koto Tuo ini pun mengalami peningkatan pendapatan selama masa libur Lebaran. Pengelola Ayi Tafsut, Hermiadi, menjelaskan jumlah pengunjung selama libur Lebaran rata-rata mencapai dua ribu orang per hari.
Dari jumlah tersebut, pengelola mampu meraih pendapatan bersih hingga lima belas juta rupiah per harinya. Ia menambahkan, selain menikmati wahana yang telah disediakan, pengunjung juga dapat memetik sayur selada air secara gratis di area objek wisata tersebut.
Dengan meningkatnya jumlah pengunjung ini, diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata serta meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
“Objek wisata yang dikelola oleh BUMDes Desa Koto Tuo mengalami peningkatan pendapatan selama masa libur Lebaran. Jumlah pengunjung rata-rata mencapai dua ribu orang per hari, dengan pendapatan bersih hingga sekitar lima belas juta rupiah setiap harinya. Selain menikmati wahana yang tersedia, pengunjung juga dapat memetik sayur selada air secara gratis di area wisata. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung ini, diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata serta meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” ujar Hermiadi.
Penulis: Yelmidos, Bungotv.









