Kerinci, Bungotv.co – Sejumlah wisatawan yang berlibur di area perkebunan teh Kayu Aro, Kerinci, mengekspresikan kegembiraan dengan cara mengambil ranting teh untuk dipasangkan di kendaraan dan dibawa pulang ke kampung halaman. Bahkan, aksi salah satu wisatawan sempat viral di media sosial.
Hamparan hijau perkebunan teh dengan latar belakang Gunung Kerinci menjadikannya destinasi favorit wisatawan saat libur Lebaran. Para pengunjung memanfaatkan momen ini untuk berswafoto, bersantai, hingga menikmati udara sejuk pegunungan.
Namun, sebagian wisatawan mengambil ranting daun teh yang kemudian dipasang pada kendaraan untuk dibawa pulang ke kampung halaman sebagai simbol telah berkunjung ke Kabupaten Kerinci. Bahkan, ada wisatawan yang sempat viral di media sosial saat menggunakan sepeda motor sambil memperlihatkan ranting teh yang dibawanya.
Salah satu wisatawan asal Kabupaten Tebo, Vian, mengaku telah berada di Kabupaten Kerinci selama tiga hari dan mengunjungi beberapa objek wisata. Ia mengaku, sebagai tanda telah berlibur di Kerinci, dirinya memasang ranting dan daun teh di kendaraannya sebelum kembali pulang ke kampung halaman.
“Telah berada di Kabupaten Kerinci selama tiga hari dan mengunjungi beberapa objek wisata. Sebagai tanda telah berlibur di Kerinci, saya memasang ranting dan daun teh di kendaraan sebelum kembali pulang ke kampung halaman,” ujar Vian.
Aksi wisatawan yang sempat viral di media sosial tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet.
Sebagian warga mengapresiasi kunjungan para wisatawan yang dinilai mampu mendorong sektor pariwisata daerah. Namun, tidak sedikit pula yang menyayangkan aksi tersebut karena dianggap dapat merusak tanaman teh yang menjadi ikon daerah.
Diketahui, perkebunan teh milik PTP Nusantara VI Kayu Aro ini memiliki luas sekitar 2.500 hektare. Kebun teh ini dikenal sebagai salah satu yang tertua di dunia, berdiri sejak tahun 1925, serta menjadi kebun teh dataran tinggi terbesar di Indonesia.
Penulis: Yelmidos, Bungotv.









